Baca: Yosua 15:1-12
Ayat Mas: Mazmur 119:59
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 10-12
Siapa yang tidak suka bermain? Sejak kecil kita akrab dengan kegiatan
bermain. Permainan fisik, misalnya olahraga. Permainan otak yang
mendidik. Atau, permainan yang membangun kebersamaan. Semua permainan
memiliki aturan main. Ada batas-batas yang mengendalikannya. Lapangan
badminton punya garis pembatas. Sepakbola punya batas waktu.
Langkah-langkah tertentu membatasi permainan di papan catur. Permainan
kelereng pun dibatasi cara bermain yang disepakati bersama. Melanggar
batas berarti mengacau permainan, dan akan kena sanksi.
Kitab Yosua sampai pasal 13 mengisahkan bagaimana Israel—dipimpin
Yosua—memasuki Kanaan. Bertempur di medan laga. Namun, memasuki pasal 14
dan seterusnya, suasana berubah. Mereka memasuki periode kehidupan yang
lain. Tahap yang baru. Saatnya menata kehidupan bersama. Maka, Tuhan
menuntun Yosua mengatur batas wilayah bagi masing-masing suku. Dari
kehidupan mengembara di padang liar tanpa batas, mereka belajar hidup
bersama dalam batas-batas yang harus dihormati di Tanah Perjanjian.
Batas-batas itu kelak menentukan hak, warisan, dan pusaka masing-masing.
Dan, agar tidak kacau, sejak semula batas-batas sudah ditegaskan dan
ditegakkan.
Tuhan mencipta kita dengan banyak aspek hidup yang masing-masing juga
ada batasnya. Kehidupan bersama akan berjalan baik hanya jika
batas-batas itu disadari, dihormati, dipelihara. Makan ada batasnya.
Berbicara ada batasnya, tak asal buka mulut. Bekerja mengenal batas
kemampuan, waktu, peraturan. Pergaulan sehat dibatasi kesopanan dan tata
susila. Hidup ini seperti sebuah permainan, semua harus bermain dalam
batas-batas aturan mainnya.
SUDAHKAH KITA MENYADARI, MENGHORMATI
DAN MEMELIHARA BATAS-BATAS DALAM KEHIDUPAN KITA?
Penulis: Pipi Agus Dhali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar