Baca: Yeremia 29:10-14
Ayat Mas: Yeremia 29:11
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 28-30
Kitab Yeremia berkisah tentang bangsa Israel yang menjalani masa
pembuangan di Babel. Kembali menjadi bangsa budak; bangsa jajahan. Dalam
situasi demikian, Yeremia mengirimkan surat kepada orang-orang Israel di
pembuangan. Isinya seputar janji pemulihan Allah bagi Israel setelah
masa tujuh puluh tahun pembuangan di Babel (ayat 10).
Isi surat Yeremia ini menjadi angin sejuk bagi Israel—yang dalam kondisi
demikian bisa jadi mempertanyakan penyertaan Tuhan. Mereka adalah bangsa
pilihan, tetapi harus mengalami pembuangan dan tak tahu masa depan
mereka kelak. Betapa tidak, Yeremia memakai pernyataan yang senada
dengan kata-kata Musa—pemimpin yang membebaskan Israel dari perbudakan
Mesir. "Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu
menanyakan Aku dengan segenap hati" (ayat 13; bandingkan Ulangan 4:29).
Ini tak ubahnya pengulangan perintah yang mengingatkan sekaligus
meneguhkan mereka.
Seperti Israel yang ragu dan tak tahu pada masa depan mereka, kita pun
buta akan hari depan. Namun, janji Tuhan pasti: memberikan hari depan
yang penuh harapan (ayat 11). Syaratnya, kita sungguh-sungguh berseru,
berdoa, dan mencari Dia dengan segenap hati—sabar dan setia di masa
duka; bersyukur dan tetap mawas diri di kala suka. Lirik lagu dari buku
Nyanyikanlah Kidung Baru no. 48 ini kiranya menguatkan kita: Tak kutahu
'kan hari esok, namun langkahku tegap/Bukan surya kuharapkan, kar'na
surya 'kan lenyap/Oh tiada ku gelisah, akan masa menjelang/Ku berjalan
serta Yesus, maka hatiku tenang/Banyak hal tak kupahami, akan masa
menjelang/Tapi t'rang bagiku kini, tangan Tuhan yang pegang.
TUHAN YANG MAHATAHU
MEMIMPIN KITA MENAPAKI HARI DEPAN YANG TAK PERNAH KITA TAHU
Penulis: Sunandar Sirait
Tidak ada komentar:
Posting Komentar