Renungan 4 Desember 2010

Ujian Kerendahan Hati
Baca: 1 Samuel 16:11-13, 17:13-18
Ayat Mas: 1 Samuel 17:15
Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 47-48; 1 Yohanes 3

Bisakah Anda bayangkan seandainya Anda menjadi Daud pada waktu ia
diurapi menjadi raja? Akankah ada perubahan cara kita berjalan,
berbicara, dan bersikap? Bayangkan saja, kita yang semula hanya seorang
gembala sederhana, tiba-tiba dipromosikan menjadi raja Israel yang akan
datang. Mungkin jika kita menjadi Daud, kita tidak akan pernah mau lagi
menggembalakan kambing domba. Mengapa? Dengan angkuh kita akan berkata,
"Aku calon raja, masakan harus menggembalakan domba?"

Namun, Daud tidak demikian. Setelah diurapi menjadi raja, ia masih
bersedia menjaga kambing domba di padang. Promosi menjadi raja Israel
tak membuatnya pongah. Ia adalah calon raja, itu betul. Akan tetapi, ia
terus setia melakukan perkara-perkara yang masih menjadi tanggung
jawabnya. Lantas, apakah sikapnya pada orangtua dan keluarganya berubah?
Tidak! Ia tetap taat kepada orangtuanya, tetap hormat kepada
kakak-kakaknya. Sungguh sikap rendah hati yang patut diteladani! Banyak
orang tidak bisa menjaga hati saat keadaannya meningkat. Baru sedikit
saja "dipromosikan" Tuhan, ia sudah berubah hati. Tidak lagi rendah
hati, sebaliknya menjadi sombong. Kalau dulu ia setia pada
perkara-perkara kecil, maka setelah hidup semakin nyaman, ia
meninggalkan semuanya. Ia sudah malu melakukan hal-hal kecil yang dulu
ia lakukan.

Jagalah hati saat hidup kita "dipromosikan" Tuhan. Tuhan menghargai
kerendahan hati kita. Sebuah kutipan mengatakan bahwa pengurapan Tuhan
itu justru mengalir dari hal-hal kecil yang kita kerjakan dengan setia.
Belajarlah untuk selalu rendah hati

PENINGKATAN HIDUP YANG TUHAN BERIKAN

KADANG MERUPAKAN UJIAN KERENDAHAN HATI KITA

Penulis: Petrus Kwik

Tidak ada komentar: