Baca: Matius 1:18-25
Ayat Mas: Matius 1:24
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 1-2; 1 Yohanes 4
Mengapa kamu hendak mundur dari pelayanan?" tanya seorang hamba Tuhan
sebuah gereja pada Jelita. Jelita hanya terdiam dengan tatapan sedih.
Malah, kekasih Jelita yang menjawab, "Saya yang memintanya untuk
berhenti pelayanan. Anda tidak boleh memaksanya." Jelita hanya tertunduk
sedih, lalu meninggalkan hamba Tuhan tersebut.
Kita kerap menginginkan agar orang-orang terdekat kita memberi paling
banyak perhatian untuk kita. Bahkan, ketika mereka memberi banyak waktu
untuk melayani, kita bisa merasa terganggu. Dengan bersikap demikian,
tanpa sadar kita telah menganggap Tuhan sebagai "pesaing". Mungkin
karena kita merasa "memilikinya", maka kita berhak atas dirinya. Kita
lupa bahwa baik kita maupun orang-orang terdekat kita adalah milik
Tuhan, yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Dia
persiapkan sebelumnya.
Ini pula yang Yusuf lakukan. Ketika Malaikat memberi tahu bahwa anak
yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus, Yusuf taat dengan tetap
mengambil Maria sebagai istrinya. Ia tidak bersetubuh dengan Maria,
sampai Maria melahirkan. Ini menunjukkan betapa Yusuf membuang egonya
sebagai suami dan mendukung Maria menggenapi rencana Allah. Yusuf
menjaga Maria dan bayinya dengan segenap hati. Demikianlah Yusuf bersama
Maria menggenapkan rencana Allah yang kekal melalui kehidupan mereka.
Ketika Tuhan menyatakan panggilan dan kehendak-Nya dalam hidup kita
maupun orang-orang terdekat, kita mesti menaati-Nya. Indah, jika kita
bersama-sama menggenapi rencana Tuhan. Seperti Yusuf dan Maria saling
mendukung pelayanan yang dilakukan
TUHANLAH YANG MENJADI PUSAT KEHIDUPAN DAN RELASI KITA
MAKA DIA SAJA YANG PANTAS BERADA DI TEMPAT PERTAMA
Penulis: Vonny Thay
Tidak ada komentar:
Posting Komentar