Renungan 22 Desember 2010

Kasih Ibu
Baca: 2 Raja-raja 4:8-37
Ayat Mas: 2 Raja-raja 4:21,22
Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 6-7; Wahyu 13

Sewaktu kecil, saya sering sakit. Bersyukur, ibu saya selalu sigap
merawat. Jika panas tubuh saya tidak turun dalam sehari, Ibu pasti
segera membawa saya ke rumah sakit. Tidak mau membuang-buang waktu.
Beliau tidak mau saya terlambat mendapat pertolongan medis. Walau sedang
repot, atau tidak punya biaya untuk pengobatan di rumah sakit, Ibu tidak
putus asa. Apa pun akan ia lakukan demi anak yang ia kasihi. Sampai
setelah saya berkeluarga, Ibu masih menjadi orang nomor satu yang datang
ke rumah jika mendengar saya sakit.

Seperti wanita di Sunem yang mendapat berkat anak laki-laki setelah lama
menanti keturunan. Ketika sang anak semakin besar, si anak tiba-tiba
sakit hingga meninggal. Namun demikian, sang ibu tidak menyerah. Bahkan,
ketika sang suami mencegahnya menemui Nabi Elisa untuk meminta
pertolongan (ayat 23), sang ibu tidak goyah dan tetap pergi (ayat 24).
Apa pun akan ia lakukan supaya anaknya hidup. Dengan kegigihan dan iman,
sang ibu berhasil mendapatkan pertolongan Nabi Elisa; anaknya kembali hidup.

Terkadang, sebagai anak, kita menyepelekan atau melupakan kasih ibu.
Padahal, kasih ibu adalah kehidupan bagi anaknya. Tanpa ibu yang memberi
diri untuk mengasuh dan mendidik, kita tidak akan ada seperti saat ini.
Kita memang mungkin tak dapat membalas kasih ibu kita, tetapi kita tentu
dapat melakukan hal-hal yang menyejukkan hatinya. Lewat perhatian,
sapaan, kunjungan, yang ten­tu melegakan hatinya. Gunakan momen khusus
di hari ini untuk mengingat segala jasa Ibu dan menunjukkan penghargaan
kita atas segala kasih yang sudah diberikannya selama kita hidup. Dan,
jangan tunda lagi!

KASIH IBU TIDAK DAPAT DIBATASI OLEH APA PUN

DAN AKAN SELALU MENGALIR UNTUK ANAK-ANAKNYA HINGGA KAPAN PUN

Penulis: G. Dyah Paramita P.K.

Tidak ada komentar: