Baca: Yohanes 21:20-25
Ayat Mas: Yohanes 21:20
Bacaan Alkitab Setahun: Amos 4-6; Wahyu 7
Waktu remaja, tatkala membaca Injil Yohanes, saya merasa heran dengan
kata "murid yang dikasihi Yesus". Lama kemudian baru saya mengerti bahwa
itu merupakan pembahasaan saja. Sebab, istilah itu merujuk pada Yohanes
sendiri sebagai penulis.
Jika belum dipahami benar, pernyataan itu seolah-olah bisa membentuk
pengertian bahwa Yesus paling mengasihi Yohanes, lebih daripada
murid-murid yang lain. Bahwa Yesus memiliki "lingkaran dalam", berisi
orang-orang yang lebih Dia perhatikan, setelah itu baru meluas ke
"lingkaran luar". Lebih parah lagi jika kemudian muncul pemikiran bahwa
Yesus itu pilih kasih; bahwa Yesus lebih mengasihi mereka yang kaya,
tampan, terkenal di gereja, yang suka menyanyi di panggung gereja, dan
sebagainya. Bahwa para pengkhotbah terkenal, pendeta hebat, mereka yang
mengundang mukjizat, adalah anak-anak emas yang lebih dikasihi Tuhan
Yesus. Itu salah!
Pengertian baru yang saya peroleh adalah bahwa Yohanes tidak pernah
menulis bahwa Yesus mengasihinya lebih dari yang lain. Namun, ketika
menulis tentang dirinya sendiri, ia sungguh merasa sebagai "pribadi yang
dikasihi" (the beloved). Yohanes menyatakan bahwa ia begitu tenggelam
dalam kasih karunia Tuhan. Dan, itu terbawa dalam detak napasnya, dalam
ingatannya, bahkan dalam gerakan penanya, bahwa ia dikasihi, ia
dikasihi, ia dikasihi. Itu mengubah seluruh cara pandang saya. Bahwa
Tuhan tidak membedakan kasih-Nya. Dan, saya pun melihat bahwa saya
dikasihi, saya dikasihi, saya dikasihi. Sayalah murid yang dikasihi Yesus
ANDA—DENGAN SEGALA KEBERADAAN ANDA SAAT INI
ADALAH MURID YANG SANGAT YESUS KASIHI
Penulis: Henry Sujaya Lie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar