Renungan 17 Desember 2010

Prasangka Buruk
Baca: Matius 5:13-16
Ayat Mas: Matius 5:16
Bacaan Alkitab Setahun: Amos 7-9; Wahyu 8

Ketika Pendeta Clark akan memasuki ruang kebaktian, seorang pengurus
gereja melapor: "Pak, ada seorang pria aneh duduk di bangku tengah.
Kostumnya mirip penyihir. Ia memakai anting-anting besar. Berwajah
seram. Bagaimana jika ia mengacau ibadah? Apa yang harus kita lakukan?"
Sang Pendeta berkata: "Sambutlah dia. Tunjukkan bahwa kita mengasihinya.
Jangan berprasangka buruk. Belum tentu ia ingin mengacau." Pagi itu
Clark mengajak jemaat bersalaman dengannya. Bahkan seusai ibadah, ia
mengajak si pria aneh minum kopi bersama. Ternyata ia banyak bertanya
tentang Injil. Merasa diterima, ia terus datang lagi, sampai akhirnya
dibaptiskan!

Kristus meminta kita menjadi orang yang membawa pengaruh dalam hidup
sesama. Bagai garam yang memberi rasa. Bagai terang yang membuat orang
bisa melihat seperti apa Yesus itu. Namun, terang dalam diri kita bisa
pudar jika hati kita dipenuhi prasangka buruk. Prasangka menciptakan
ketakutan. Rasa takut membuat kita menutup diri. Membangun tembok.
Itulah yang membuat terang kita tak dapat bercahaya di depan orang.
Akibatnya, mereka tak bisa melihat perbuatan kita yang baik dan
memuliakan Bapa di surga.

Apakah Anda sering berprasangka buruk terhadap orang lain? Di sekitar
kita banyak "orang aneh": yakni mereka yang berbeda dengan kita. Belum
tentu mereka seburuk yang Anda bayangkan. Justru sebenarnya banyak dari
mereka membutuhkan sentuhan kasih dari kita. Jadi, belajarlah
berprasangka baik! Bangunlah jembatan, bukan tembok. Anda akan mampu
menjadi garam dan terang

PRASANGKA BAIK MEMAMPUKAN ANDA MENJANGKAU SESAMA

PRASANGKA BURUK MEMENJARAKAN ANDA DARI MEREKA

Penulis: Juswantori Ichwan

Tidak ada komentar: