Renungan 28 Agustus 2010

Jawaban-Nya Tak Terduga
Baca: Matius 14:22-33
Ayat Mas: Matius 14:26
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 123-125; 1 Korintus 10:1-18

Jika Yesus berjalan di atas air pada saat hari cerah dan laut tenang,
ra­sa­nya para murid akan tepuk tangan dan me­lonjak-lonjak menyambut
kedatangan-Nya. Namun, saat itu malam gulita dan cuaca buruk.
Murid-murid kepayahan men­­­­da­yung perahu melawan badai.
Ke­mun­culan-Nya yang dramatis dan tidak la­zim bukannya membangkitkan
harapan, me­lain­kan memperparah kecemasan dan ke­takutan mereka. Tak
heran mereka mengi­ra Dia hantu!

Bukankah kita kerap mengalami per­soalan serupa? Kita kepayahan
mengha­dapi masalah hidup dan sangat meng­harapkan pertolongan Tuhan.
Namun, kita sulit mengenali Dia karena cara keda­tang­an-Nya di luar
dugaan kita. Atau, bentuk per­tolongan-Nya berlawanan dengan keinginan
kita. Bukannya membaik, keadaan tampaknya malah semakin memburuk. Dan,
kita mengira tengah dicobai oleh Iblis!

Benarkah? Seseorang pernah menulis puisi: Ia meminta ke­kuat­­an, dan
Allah memberinya kesulitan untuk menjadikannya kuat. Ia meminta hikmat,
dan Allah memberinya masalah untuk di­pecahkan. Ia meminta kemakmuran,
dan Allah memberinya otak dan kegigihan untuk bekerja. Ia meminta
keberanian, dan Allah memberinya bahaya untuk diatasi. Ia meminta kasih,
dan Allah mem­berinya orang bermasalah yang perlu ditolong. Ia meminta
kemurahan, dan Allah memberinya kesempatan. Ia tidak menerima satu pun
yang diinginkannya; ia menerima segala sesuatu yang diperlukannya.
Doanya terjawab.

Lain kali, saat keadaan berlawanan dengan harapan kita, ber­si­ap­lah:
Jangan-jangan Tuhan malah tengah datang mendekat!

TUHAN TIDAK BERJANJI MEMUASKAN KEINGINAN KITA

NAMUN DIA PASTI MENCUKUPKAN KEBUTUHAN KITA

Penulis: Arie Saptaji

Tidak ada komentar: