Renungan 27 Agustus 2010

Mati adalah Keuntungan
Baca: Filipi 1:21-24
Ayat Mas: Filipi 1:21
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 120-122; 1 Korintus 9

Coyote adalah sejenis serigala yang berkembang biak sangat pesat di
Amerika bagian utara. Para petani di sana memiliki pandangan yang
berbeda terha­dap binatang itu. Sebagian memandang coyote sebagai
binatang perusak, karena menjadi ancaman bagi hewan peliharaan, seperti
kucing dan anjing. Sebagian lagi me­­­mandang coyote sebagai binatang
yang bermanfaat, karena dapat melin­dungi ta­nam­an dari hama tikus dan
he­wan pe­nge­rat lainnya.

Begitulah, satu hal atau keadaan da­pat dilihat dari dua sisi yang
berbeda; sisi terang dan sisi kelam. Demikian juga hal kematian. Pada
satu sisi kematian bisa di­lihat sebagai peristiwa kelam. Karena itu,
orang akan berduka jika mengetahui saat menghadapi kematiannya mendekat.
Akan tetapi, dari sisi iman, ke­matian juga bisa dilihat secara optimis.
Itulah yang dilakukan oleh Paulus. Ia sedang berada di penjara, dan ia
dapat merasakan betul, bahwa kematiannya tidak akan lama lagi. Namun
sebaliknya, dari­pa­da berduka dan patah arang, Paulus justru
menghadapinya de­ngan penuh pengharapan. "Karena bagiku hidup adalah
Kristus dan mati adalah keuntungan," demikian ia menulis (ayat 21).

Kita suatu saat, cepat atau lambat, akan diperhadapkan pa­da kenyataan
ini—atau mungkin sekarang kita tengah mengha­dapi­nya, bahwa hidup kita
di dunia tidak akan lama lagi. Dalam situasi demikian, marilah kita
berpegang pada iman dan pengharapan kita di dalam Kristus, sehingga kita
dapat menghadapinya dengan tetap tenang, tidak kehilangan sukacita. Kita
dapat menyongsong saat-saat kematian yang mendekat dengan hati lapang
dan kepala tegak.

DI DALAM KRISTUS KITA HADAPI KEMATIAN DENGAN SENYUM

Penulis: Ayub Yahya

Tidak ada komentar: