Renungan 29 Agustus 2010

Pengkhotbah Bertarif
Baca: Kisah Para Rasul 20:31-38
Ayat Mas: Kisah Para Rasul 20:33
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33

Pengkhotbah memasang tarif? Memanfaatkan nama tenar yang sudah dimiliki,
seorang pengkhotbah meminta ba­­yaran dengan nominal tertentu, serta
fa­silitas akomodasi kelas utama untuk pe­la­yanan yang ia berikan.
Pihak penye­leng­gara pun menyanggupinya. Dengan alas­an, nama populer
yang dimiliki sang peng­khot­bah menjadi "jaminan" sukses­nya aca­­ra.

Betapa kontrasnya sikap pengkhot­bah tersebut dibandingkan dengan sikap
Paulus. Sebagai seorang pelayan Tuhan yang telah mendirikan banyak
jemaat, Paulus menjadi sangat terkenal. Namun, ketenarannya ini tidak
pernah ia manfaat­kan untuk meraup keuntungan bagi dirinya sendiri.
Sebaliknya, dengan setia ia terus mengabdikan dirinya bagi seluruh
jemaat seperti pada mulanya. Ter­ma­suk ketika pelayanannya ini sampai
membuatnya mencucurkan air mata (ayat 31) atau ketika secara finansial
ia harus mencukupi dirinya sendiri (ayat 34).

Keteladanan Paulus ini memberi teguran keras bagi siapa pun pada zaman
ini. Kita diajar bagaimana kita mesti melayani Tuhan. Jangan sampai
ketika melayani Dia, kita memanfaatkan kesem­patan untuk meraup
keuntungan pribadi dari mereka yang kita la­yani. Jangan sampai nama
besar membuat kita menuntut lebih ba­nyak fasilitas dan
kenyamanan—merasa diri layak dihargai. Biarlah motivasi murni Paulus
kembali membakar semangat kita untuk me­layani. Dan segala kemuliaan
hanya bagi Tuhan. Kemurnian dan ketulusan hati adalah kunci dalam
mengabdi kepada Tuhan. Dan di situlah pelayanan kita akan berbuah banyak
dan memuliakan Tuhan.

PELAYANAN BUKAN TEMPAT MENCARI KEUNTUNGAN PRIBADI

MELAINKAN TEMPAT PALING TEPAT UNTUK TULUS MENGABDI

Penulis: Alison Subiantoro

Tidak ada komentar: