Baca: Kisah Para Rasul 20:31-38
Ayat Mas: Kisah Para Rasul 20:33
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 126-128; 1 Korintus 10:19-33
Pengkhotbah memasang tarif? Memanfaatkan nama tenar yang sudah dimiliki,
seorang pengkhotbah meminta bayaran dengan nominal tertentu, serta
fasilitas akomodasi kelas utama untuk pelayanan yang ia berikan.
Pihak penyelenggara pun menyanggupinya. Dengan alasan, nama populer
yang dimiliki sang pengkhotbah menjadi "jaminan" suksesnya acara.
Betapa kontrasnya sikap pengkhotbah tersebut dibandingkan dengan sikap
Paulus. Sebagai seorang pelayan Tuhan yang telah mendirikan banyak
jemaat, Paulus menjadi sangat terkenal. Namun, ketenarannya ini tidak
pernah ia manfaatkan untuk meraup keuntungan bagi dirinya sendiri.
Sebaliknya, dengan setia ia terus mengabdikan dirinya bagi seluruh
jemaat seperti pada mulanya. Termasuk ketika pelayanannya ini sampai
membuatnya mencucurkan air mata (ayat 31) atau ketika secara finansial
ia harus mencukupi dirinya sendiri (ayat 34).
Keteladanan Paulus ini memberi teguran keras bagi siapa pun pada zaman
ini. Kita diajar bagaimana kita mesti melayani Tuhan. Jangan sampai
ketika melayani Dia, kita memanfaatkan kesempatan untuk meraup
keuntungan pribadi dari mereka yang kita layani. Jangan sampai nama
besar membuat kita menuntut lebih banyak fasilitas dan
kenyamanan—merasa diri layak dihargai. Biarlah motivasi murni Paulus
kembali membakar semangat kita untuk melayani. Dan segala kemuliaan
hanya bagi Tuhan. Kemurnian dan ketulusan hati adalah kunci dalam
mengabdi kepada Tuhan. Dan di situlah pelayanan kita akan berbuah banyak
dan memuliakan Tuhan.
PELAYANAN BUKAN TEMPAT MENCARI KEUNTUNGAN PRIBADI
MELAINKAN TEMPAT PALING TEPAT UNTUK TULUS MENGABDI
Penulis: Alison Subiantoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar