Baca: 2 Timotius 2:23-26
Ayat Mas: 2 Timotius 2:25)
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 109-111; 1 Korintus 5
Suatu kali saya mendengar seorang anak perempuan berkata kepada ibunya
demikian, "Bu, kok guru Sekolah Minggu tuh beda dengan guru di
sekolah, ya?" Ketika sang ibu memintanya memperjelas maksudnya, ia
berkata, "Kalau ada anak bandel di sekolah, pasti akan dimarahi. Tapi
kalau di Sekolah Minggu, kok anak bandel justru dipeluk?" Saya jadi
tercenung. Tentu saja tidak semua guru sekolah bersikap begitu.
Namun, pengalaman anak tersebut bisa menggambarkan bahwa sikap
"berbeda" dari guru Sekolah Minggu itu membuatnya tak takut atau malas
beribadah. Sebab apa pun keadaannya, ia tahu guru-guru punya kasih
yang cukup besar untuk menerimanya.
Kasih Tuhan bagi manusia juga "berbeda". Tak biasa, bahkan tak masuk
akal. Bagaimana tidak? Manusia yang gagal menjalankan hukum-Nya, malah
dijangkau dan dipeluk-Nya. Manusia yang sudah tidak diterima manusia
lain, yang sudah dijauhi dan dikucilkan masyarakatnya, seperti Zakheus
(Lukas 19:1-10) dan wanita Samaria (Yohanes 4:4-19), malah dihampiri
Tuhan. Dan, kasih-Nya yang besar itu, menyelamatkan jiwa mereka.
Kasih Tuhan yang berbeda inilah yang mesti diteruskan anak-anak Tuhan
kepada orang-orang yang menjalani hidup dengan "nakal, bandel", agar
mereka selamat. Anak Tuhan perlu menunjukkan kasih yang berbeda, lebih
dari yang biasa dilakukan kebanyakan orang. Yakni dengan bersikap lemah
lembut, dengan berbelas kasihan pada jiwa mereka, yang perlu
diselamatkan (2 Timotius 2:25). Bahkan orang yang sudah tidak diterima
di mana pun, harus dapat diterima oleh anak-anak Tuhan, dengan kekuatan
kasih Allah. Kasih itu dapat memenangkan jiwa mereka.
HATI SESEORANG BISA TERBUKA MENDENGAR INJIL DENGAN RELA
KETIKA KASIH MENJADI KUNCI PEMBUKANYA
Penulis: Agustina Wijayani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar