Renungan 21 Agustus 2010

Di Tengah Badai
Baca: Mazmur 121
Ayat Mas: Mazmur 121:5
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 106-108; 1 Korintus 4

Mungkin sekarang kita tengah berada di pusaran "badai kehidupan".
Persoal­an bertubi-tubi datang, kepahitan dan ke­susahan menghantam.
Kita pun seolah-olah berjalan di lorong gelap. Kita gentar menatap esok
dan bimbang memulai lang­kah. Dalam situasi demikian, marilah sejenak
kita berdiam diri dalam kehening­an. Lalu simak dan hayati lagu Ku
Berse­rah Kepada Allahku

(Nyanyikanlah Ki­dung Baru nomor 128).

Ku berserah kepada Allahku di darat pun di laut menderu

Tiap detik tak berhenti, Bapa Sur­ga­wi t'rus menjagaku

Ku tahu benar ku dipegang erat, di gu­nung tinggi dan samudera

Di taufan g'lap ku didekap, Bapa Sur­gawi t'rus menjagaku

Ya, Tuhan tidak pernah lalai menjaga kita. Bahkan dalam saat-saat
terberat dalam hidup ini, Dia "mendekap" kita. "Ia tidak akan membiarkan
kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap" (ayat 3). Kesadaran iman
ini akan sangat melegakan. Bisa saja persoalan kita tidak lantas selesai
dan badai hidup kita tidak lantas segera mereda. Namun satu hal yang
pasti, hati kita akan dimantapkan menjadi kuat dan teguh; pikiran kita
akan disegarkan menjadi tenang dan teduh. Sehingga, kita pun bisa tetap
berjalan dalam pengharapan akan hari esok yang lebih cerah.

Maka, pun dalam pahit dan susah, dalam gentar dan bimbang, tetaplah
berpegang pada Tuhan. Jangan jauh-jauh dari-Nya. Lebih-lebih, jangan
tergoda untuk mengambil jalan pintas. Berserah dan bersabar, dengan
tetap mengusahakan yang terbaik. Tuhan tidak akan mengecewakan.

KITA TIDAK PERNAH BERJALAN SENDIRIAN

KASIH DAN KUASA-NYA MENJAGA KITA

Penulis: Ayub Yahya

Tidak ada komentar: