Renungan 17 Agustus 2010

eSurat Tahunan
Baca: Ulangan 8
Ayat Mas: Ulangan 8:2,18
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 96-98; 1 Korintus 1:1-17

Seorang ayah punya kebiasaan unik. Sejak putrinya lahir, ia
mengkhusus­kan sebuah laci untuk menyimpan catat­an-catatan berisi
kisah-kisah lucu, sedih, peristiwa-peristiwa penting, pengalaman bersama
keluarga, teman gereja, teman sekolah. Juga kerinduan dan harapan sang
ayah terhadap masa depan putrinya. Ber­sa­ma surat itu, juga ada
foto-foto, buku ra­­­por, dan berbagai benda ke­nangan lain. Ketika
ulang tahun putrinya men­je­lang, ia tinggal membuka laci itu. Maka,
ham­buran barang dan catatan i­tu me­no­longnya me­rang­kumkan kebaikan
Tuhan yang dialami putrinya sepan­jang ta­hun, dalam sebuah "surat
tahunan". Itulah kado utama­nya ba­gi putrinya di se­tiap ulang
tahun­nya, yang juga se­lalu sangat dinanti oleh anak­nya.

Sungguh indah apabila kita punya kesempatan khusus untuk meng­­ingat
segala berkat yang sudah diterima. Lebih lagi, mengingat Sang Sumber
Berkat sebagai yang berdaulat atas kehidupan yang berlang­sung. Seperti
ketika Musa meminta bangsa Israel mengingat lagi se­gala kebaikan Tuhan
dalam Ulangan 8. Dan, dari segala ingat­an baik atas pimpinan Tuhan,
membuat bangsa itu mampu men­syu­kuri se­gala hal yang dapat mereka
nikmati hingga saat itu.

Demikian pula di hari ulang tahun Indonesia ini, kita mau meng­ingat
segala berkat Tuhan pada Indonesia. Mengumpulkan segala per­kara baik,
prestasi, peningkatan kehidupan, dan segala kemajuan yang telah dicapai.
Dari situ kita akan mampu menaikkan syukur, yang menandakan penghormatan
kita kepada Allah yang berdaulat atas kehidupan bangsa ini. Dari situ
pula kita dijauhkan dari sikap ha­ti yang hanya mau menuntut, tanpa mau
bersumbangsih. Se­la­mat ulang tahun, Indonesia!

DIRGAHAYU INDONESIA, DI HARI JADIMU KAMI BERSYUKUR

SEBAB CINTA TUHAN BAGI INDONESIA, SUNGGUH TAK TERUKUR

Penulis: Agustina Wijayani

Tidak ada komentar: