Renungan 18 Agustus 2010

Doa bagi Bangsa
Baca: Mazmur 20
Ayat Mas: Mazmur 20:10
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 99-101; 1 Korintus 1:18-31

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita terkadang gamang menyaksikan
fenomena yang terjadi di negara ini. Ba­nyak pemimpin bangsa yang
seharusnya men­jadi teladan dan panutan rakyat, teta­pi satu demi satu
digiring ke penjara. Kita pun menjadi galau dengan masa depan bang­sa
ini. Akan mewarisi apa kelak anak cucu kita? Utangkah? Kemiskinankah?
Atau apa? Akan tetapi, kalau ditanya ba­lik, apa sumbangan positif kita
untuk bang­sa ini? Kita akan gagap menja­wab­nya. Malahan kita balik
bertanya, siapa­kah saya ini, sehingga dapat memberikan sesuatu yang
positif?

Apakah memang benar, kita tidak ber­daya dan tidak bisa berbuat apa-apa
un­tuk bangsa kita? Saya kira tidak. Sekecil apa pun, kita bisa berperan
dan memberikan sumbangan positif pa­da bangsa ini, asal mau. Mulailah
dengan berdoa, baik secara pri­ba­di, maupun menggalang rekan-rekan di
persekutuan. Namun, jangan asal berdoa. Bukankah doa "klasik" kita
setiap minggu di gereja, adalah berdoa agar Tuhan memberikan hikmat
kepada pe­mimpin negara agar bisa memimpin rakyat dengan bijaksana?

Mazmur ini merupakan doa umat agar Allah melindungi raja. Doa ini
disertai dengan pemberian persembahan dan korban bakaran sebelum
berperang. Tujuannya bukanlah untuk meminta pengam­pun­an dosa,
melainkan untuk mencari perkenan Allah. Ketika Allah merespons, Dia akan
menyatakan kehadiran dan perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan
kepada raja. Di samping berdoa, kita juga harus menyumbangkan sesuatu
(sekecil apa pun) untuk bang­sa kita. Hal itu dapat kita lakukan dengan
memulai kontribusi dari kota tempat kita tinggal saat ini

DALAM KEADAAN KRITIS, MENGELUH TIADA HENTI

JUSTRU MEMBUAT KITA LETIH DAN TAK MAMPU MEMBERI ARTI

Penulis: Eddy Nugroho

Tidak ada komentar: