Baca: Matius 27:3-5
Ayat Mas: (Matius 27:5
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 93-95; Roma 16
Benar atau salah, ini negaraku", adalah sepenggal ungkapan patriotik
yang dikutip dari kalimat Stephen Decatur (1779-1820). Secara lengkap
sebenarnya ia berujar demikian, "Oh, negaraku! Dalam hubungannya
dengan negara-negara lain, semoga ia selalu dalam posisi benar;
namun benar atau salah, ini negaraku!" Lalu bertahun-tahun setelahnya,
Carl Schurz (1829-1906) memperjelas lagi ungkapan ini dengan berkata,
"Benar atau salah, ini negaraku; jika ia benar maka ia harus dijaga
tetap benar, jika salah, maka ia harus dibantu untuk menjadi benar."
Maka, kalimat patriotik ini sesungguhnya tak boleh diambil sepenggal,
agar orang tak kemudian mencintai negaranya secara buta dan bisa
bertindak tanpa pertimbangan matang.
Hal yang hampir sama terjadi pada Yudas. Kenapa Yudas mengkhianati
Tuhan Yesus? Pasti bukan karena uang. Sebab, kalau karena uang, kenapa
hanya tiga puluh keping perak? Dan, kenapa pula ia kemudian
mengembalikan uang itu? Salah satu tafsiran, karena Yudas ingin
"memaksa" Gurunya bertindak menurut keinginannya, yakni mengobarkan
gerakan revolusi membebaskan bangsanya dari penjajah Romawi. Jadi,
kesalahan Yudas yang terbesar adalah, demi mewujudkan cintanya terhadap
bangsa dan negaranya, ia mengabaikan kebenaran dan menghalalkan segala
cara.
Cinta kepada bangsa dan negara tentu saja baik—dan perlu. Namun, rasa
cinta itu tetap harus diletakkan dalam koridor kebenaran. Jangan
karena rasa cinta, lalu yang hitam menjadi putih dan yang putih menjadi
hitam. Sejarah sudah membuktikan, rasa cinta terhadap bangsa yang
diwujudkan dengan cara yang salah, pada akhirnya akan berujung tragedi.
KEBENARAN TAK MENGENAL "WARNA"
ATAU PUN KEBANGSAAN
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar