Renungan 15 Agustus 2010

Diam di Gunung Tuhan
Baca: Mazmur 15
Ayat Mas: Mazmur 15:1
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 91-92; Roma 15:14-33

Pernahkah Anda merasa tak layak masuk dan beribadah di gereja?
Pernah­kah Anda merasa terlalu kotor untuk beri­badah di rumah Tuhan?
Atau, Anda mera­sa hidup Anda penuh keburukan, sehingga tak layak
menghadap Tuhan?

Pemazmur memang menunjukkan ke­pada kita bahwa ada syarat untuk dapat
"berdiam di gunung Tuhan". Tidak sem­ba­rang orang boleh datang ke sana.
Dalam ayat 2-5, ia mendaftar syarat-syarat itu de­ngan jelas. Intinya,
yang layak meng­ham­piri Tuhan adalah orang yang memiliki hi­dup yang
bersih, serta lurus dalam se­gala dimensi hidupnya. Lalu kita bertanya:
Bu­kankah setiap orang, bahkan yang ber­do­sa, boleh datang ke rumah
Tuhan dan meng­hampiri Tuhan?

Tentu! Namun, peng­­a­l­aman merasakan kekudusan Tuhan tentu tidak
diperuntukkan bagi orang yang hidup sembarangan atau orang yang
beribadah hanya untuk "memenuhi kewajiban" sebagai orang kristiani.
Harold Kushner dalam buku When All You've Ever Wanted isn't Enough
mengatakan: "Apabila orang hidup dalam kemanusiaan yang penuh, dengan
hati dan tangan yang bersih, maka orang itu dapat selalu merasakan
bagaimana rasanya berada di tempat yang kudus!"

Perasaan tak layak menghadap Tuhan sesungguhnya menyim­pan sesuatu yang
baik. Itu menjadikan kita sadar siapa kita; menja­di­­kan keberadaan
kita apa adanya sebagai persembahan bagi Tu­han; tidak angkuh di hadapan
Tuhan. Ketika kita beribadah dengan hidup yang sembarangan dijalani,
ibadah hanya membuang waktu. Kita sendiri tak mengalami apa-apa.
Sebaliknya, ibadah yang dilakukan dengan hati yang siap, akan membuat
kita menikmati ibadah yang meng­ubah­kan hidup.

HADIRAT TUHAN SELALU NYATA DAN ADA

BAGI SETIAP ORANG YANG MENGENAKAN JUBAH KEKUDUSAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi

Tidak ada komentar: