Ayat Mas: Mazmur 139:12
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 9-11
Pemuda itu sedih akibat perlakuan teman-teman di gereja. Mereka
menjauhinya karena tahu ayahnya berselingkuh. Ibunya mengajukan cerai.
Semua orang memperbincangkan isu itu. Lalu mempersoalkan keaktifannya di
kepengurusan pemuda. Ia menemui pendeta, menyampaikan kesedihan
sekaligus kebimbangannya. Ia bertanya, "Apakah saya tidak layak lagi
melayani karena keluarga saya berantakan?" Pemuda ini tidak sendirian.
Banyak orang tidak yakin pada dirinya akibat bayang-bayang gelap
keluarganya.
Alkitab menyingkapkan dengan jujur kehidupan Hosea. Gomer, perempuan
yang dinikahinya, tidak setia. Dari tiga anak yang dilahirkannya, hanya
si sulung yang membawa benih Hosea. Dari nama-nama mereka, tercermin
bahwa kedua anak berikutnya bukan keturunan nabi itu (ayat 6 dan 9).
Hosea harus menelan kenyataan pahit memiliki anak-anak dari buah
perzinahan istrinya. Namun, dengan cara-Nya, Tuhan memakai situasi kelam
itu sebagai gambaran ketidaksetiaan Israel kepada-Nya. Sekaligus,
kesetiaan Hosea melukiskan kasih dan kesetiaan Tuhan sendiri. Artinya,
dalam segala keburukan kondisi keluarganya, Tuhan tetap memakai Hosea.
Dalam kenyataan, banyak keluarga berantakan karena ada anggota keluarga
yang "tidak berjalan di relnya". Suami yang masuk penjara. Istri yang
berselingkuh. Ayah yang pemabuk. Anak yang terjerat narkoba. Akibatnya,
anggota keluarganya harus menelan kenyataan pahit. Namun, apa mereka
tidak layak diberi peran karenanya? Apakah adil jika mereka ikut
"dihukum"? Syukurlah, Tuhan tidak terhalang memakai hamba-Nya walau ada
latar belakang keluarga yang hitam. Kalau Tuhan saja tidak, mestinya
kita juga tidak.
TIDAK ADA KEGELAPAN
YANG DAPAT MENGHALANGI TERANG TUHAN BERSINAR
Penulis: Pipi Agus Dhali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar