Renungan 30 April 2011

Babah Gemuk Baca: Kejadian 42:1-28
Ayat Mas: 1 Korintus 13:7
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 12-14

Sewaktu kecil, saya pernah membaca sebuah komik yang ceritanya
didasarkan pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati. Judul komik
itu adalah Babah Gemuk. Babah Gemuk adalah seorang penjual kelontong
yang baik hati, sehingga ia disukai banyak orang. Namun, ada satu
keluarga yang sangat membencinya. Mereka sering menghina dan menyakiti
hati Babah Gemuk. Sampai suatu ketika, orang yang membenci Babah Gemuk
itu dirampok di perjalanan dan dilukai sampai tak berdaya. Tak seorang
pun mau menolong, kecuali Babah Gemuk.

Setelah menjadi seorang mangkubumi, Yusuf sebenarnya memiliki kesempatan
untuk membalas segala kepahitan hatinya atas saudara-saudaranya. Yusuf
bisa saja menangkap saudara-saudaranya dengan tuduhan mata-mata, atau
menjual gandum kepada mereka dengan harga yang sangat mahal. Akan tetapi
Yusuf tak melakukannya, bahkan ia memberi saudara-saudaranya gandum
secara cuma-cuma. Mengapa? Karena ia sangat mengasihi
saudara-saudaranya. Kasih yang Tuhan taruh di dalam hatinya dapat
mengalahkan rasa benci, sakit hati, keinginan untuk membalas dendam, dan
segala kepahitan yang mungkin pernah muncul di hatinya.

Tak ada yang bisa melepaskan kita dari belenggu kemarahan, kebencian,
iri hati, dan kepahitan di dalam hati kita, selain kasih. Kasih adalah
obat mujarab untuk menghancurkan segala belenggu emosi dan sikap negatif
di dalam diri kita. Dan, kasih yang seperti itu bisa kita dapatkan hanya
di dalam Kristus. Mintalah kasih Kristus memenuhi hati Anda, niscaya
Anda akan bebas dari segala belenggu yang mencoba menggerogoti di sana.

HANYA KASIH YANG BERASAL DARI KRISTUS

YANG DAPAT MEMULIHKAN KEPAHITAN HATI

Penulis: Riand Yovindra

Tidak ada komentar: