Renungan 12 Januari 2011

Berani Hidup
Baca: Filipi 1:20-26
Ayat Mas: Filipi 1:21
Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1-3

Seorang pemuda Palestina melilit tubuhnya dengan rangkaian bom. Keringat
dingin membasahi wajahnya. Ia tahu, sebentar lagi ia akan mati. Namun,
tekadnya sudah bulat: ingin membalas kejahatan musuh. Lalu dinaikinya
sebuah bus umum. Ditekannya sebuah tombol. Bom itu meledak. Tubuhnya pun
hancur lebur. Bagi kelompoknya, pemuda ini dipandang sebagai pahlawan,
sebab ia berani mati untuk keyakinannya. Namun, ada yang jauh lebih
susah dan lebih heroik daripada sekadar berani mati, yakni berani hidup.
Tegar menghadapi hidup yang penuh penderitaan dengan tabah. Rasul Paulus
bukan hanya berani mati, melainkan juga berani hidup. "Bagiku hidup
adalah Kristus," katanya. Jadi, alasan terkuat untuk hidup adalah untuk
melakukan perbuatan yang memuliakan Kristus: melayani jemaat, menolong
sesama, serta memberitakan kasih Allah. "Mati adalah keuntungan."
Untung, sebab bisa bertemu Kristus muka dengan muka dan beristirahat
dari jerih lelah di dunia. Jadi, ia berani mati, tetapi juga berani
hidup. Namun, Paulus lebih memilih untuk hidup "karena kamu". Karena ia
masih ingin berbuat banyak hal demi menjadi berkat bagi sesamanya. Ia
bergairah hidup karena agenda kerjanya masih penuh cita-cita mulia.
Menjadi orang yang berani mati saja tidak cukup. Kita juga harus berani
hidup. Berani menjalani hari demi hari dengan penuh semangat, walaupun
banyak kesulitan menghadang. Untuk itu, kita perlu memiliki visi hidup
seperti Paulus. Ia hidup bagi Tuhan dan sesama, tidak sibuk untuk diri
sendiri saja. Akibatnya, hidup senang, mati pun tenang.
BERIKANLAH HIDUPMU BAGI SESAMA, MAKA TIAP HARI AKAN JADI BERMAKNA

Penulis: Juswantori Ichwan

Tidak ada komentar: