Renungan 11 Januari 2011

Mata Rantai Kebaikan
Baca: Pengkhotbah 11:1-8
Ayat Mas: Pengkhotbah 11:1
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 31-33

Sudah cukup lama seorang nenek melambai tangan di pinggir jalan, di
sebuah malam yang hujan. Akhirnya, seorang pria mau berhenti. Si nenek
meminta tolong agar pria tadi memperbaiki mobilnya yang mogok. Sejam
berlalu dan mobil itu siap dipakai lagi. Merasa sangat berterima kasih,
si nenek hendak memberi sejumlah uang. Akan tetapi, pria itu menolak.
Katanya, "Jika Ibu ingin berterima kasih, berikanlah kebaikan kepada
orang lain yang Ibu temui sambil mengingat pertemuan kita ini." Lalu,
mereka berpisah.

Dua ayat pertama dari Pengkhotbah 11 mengungkap tentang menabur
kebaikan. Hal yang perlu dilakukan kepada sebanyak mungkin pihak, agar
sementara waktu berjalan, kebaikan itu terus "mengalir". Pula, ada
kalanya kebaikan itu bisa "kembali" kepada kita yang sudah memulainya.
Bisa segera terjadi, atau lama sesudah kita menabur kebaikan tersebut.

Maksudnya tentu bukan supaya kita melakukan kebaikan sambil mengharapkan
pahala. Pengkhotbah berpesan bahwa justru karena kita tidak tahu apa
yang bakal terjadi, kita tidak boleh menunda berbuat kebaikan. Teruslah
menabur kebaikan dengan rajin (ayat 4,6). Biarlah kebaikan itu terus
tersalur seperti mata rantai. Mewarnai dunia dengan kasih. Pria dalam
kisah di atas akhirnya mendapat manfaat yang kembali pada dirinya,
setelah menunjukkan kebaikan kepada si nenek. Suatu hari, karena
tergerak oleh belas kasih si nenek memberi uang kepada seorang pelayan
restoran yang sedang hamil beserta catatan kecil, "Aku telah menerima
kebaikan pada suatu malam yang hujan." Dan, perempuan hamil itu adalah
istri pria tadi.

BAGIKAN KEBAIKAN KEPADA SEBANYAK MUNGKIN ORANG

DAN HARAPKAN KEBAIKAN ITU TERUS BERULANG

Penulis: Pipi Agus Dhali

Tidak ada komentar: