Baca: Keluaran 15:22-27
Ayat Mas: Keluaran 15:24
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 19-21
Suatu pagi, saya memesan tiket pesawat pada teman beberapa hari
menjelang Lebaran. Ia mendapatkan tiket yang relatif murah pada musim
mudik, dan berjanji akan segera mengirimkannya. Saya tunggu-tunggu,
tiket tidak kunjung datang juga hingga sehari menjelang keberangkatan.
Dengan agak jengkel, saya meneleponnya. Ternyata ia sedang mencari tiket
yang lebih murah lagi—dan, ya, ia memang berhasil mendapatkannya!
"Makanya, jangan menggerutu dulu," kata hati saya.
Pengalaman itu menolong saya memahami tingkah bangsa Israel. Tiga hari
berjalan di padang gurun tanpa mendapatkan air, begitu mendapati air di
Mara, ternyata airnya pahit. Jelas saja mereka menggerutu. Namun,
sungut-sungut itu menunjukkan ketidakpercayaan mereka akan pemeliharaan
Tuhan. Nyatanya, Tuhan mengulurkan bantuan ketika Musa berseru kepada-Nya.
Kemudian, mereka sampai di Elim. Tempat ini berlimpah air dan diteduhi
pohon kurma. Menurut beberapa arkeolog, jarak dari Mara ke Elim itu
sekitar 20 kilometer atau satu hari perjalanan. Dengan kata lain,
seandainya saja bangsa Israel mau bersabar sehari lagi, mereka tidak
perlu mengomel pada Tuhan. Sayang, tidak diceritakan apakah di Elim
mereka bersorak-sorai dengan ucapan syukur.
Kadang-kadang kita juga melewati tempat seperti Mara: ketika kita merasa
merasa terjepit oleh persoalan hidup dan Tuhan seakan tidak peduli,
ternyata Dia sedang menyiapkan pertolongan yang tak terduga dan lebih
baik dari yang kita harapkan. Karenanya, ketika keadaan memburuk, jangan
biarkan sikap negatif menggerus kepercayaan kita kepada Tuhan
PERTOLONGAN TUHAN DATANG MENURUT CARA DAN WAKTU-NYA
SERTA MELAMPAUI PERKIRAAN KITA
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar