Renungan 30 Desember 2010

Tulus dan Benar
Baca: Mazmur 7:1-15
Ayat Mas: Mazmur 7:9
Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 13-14; Wahyu 21

Almarhum penyair W.S. Rendra pernah menulis kalimat tajam yang berbunyi,
"Kalian boleh saja berjaya dalam kehidupan, namun apakah kalian tidak
takut menghadapi kematian kalau batinmu te­lah sering tak kau hormati".
Sebuah pernyataan yang menempelak kita, orang-orang yang kerap tidak
peduli pada hati yang semestinya dijaga tetap bersih—menjalankan
nilai-nilai kebenaran dan integritas dalam kehidupan sesehari.

Demikian juga dengan pemazmur. Ia adalah orang yang berusaha hidup benar
dan tulus. Ia menjaganya sedemikian rupa, sehingga ia berani diperiksa
oleh Tuhan sendiri:" Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah
aku tulus ikhlas" (ayat 9). Ini bukan merupakan bentuk kesombongan
rohani. Bagi sang penulis mazmur, ungkapannya itu adalah bentuk
keterbukaan sekaligus kesediaannya untuk diselidiki sungguh-sungguh oleh
Tuhan. Mengapa ia begitu berani? Sebab ia mengimani Tuhan sebagai Allah
yang adil dan dalam keadilan-Nya itulah, Dia akan menguji hati seseorang
(ayat 10). Dan, ketika Tuhan tengah menyelidiki hati seseorang, siapa
pun tak dapat berdalih macam-macam, beralasan beribu rupa, atau
melakukan tipu muslihat. Tidak! Sebagaimana pemazmur, yang mesti kita
lakukan adalah menjaga hati tetap tulus dan bertindak benar (ayat 9,11).

Suatu saat, hidup kita pasti akan berakhir. Akan tetapi, selagi masih
ada waktu, biarlah dalam hidup ini kita selalu bekerja dan bertindak
dengan ketulusan dan kebenaran—dalam hal apa pun. Supaya jika tiba
saatnya kematian kelak menjemput, kita tak takut

HIDUP TULUS DAN BENAR, BISA DIANGGAP MERUGIKAN

NAMUN SUNGGUH MERUPAKAN SUMBER KETENANGAN

Penulis: Daniel K. Listijabudi

Tidak ada komentar: