Baca: Mazmur 42:1-6
Ayat Mas: Mazmur 42:6
Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 5-8; Wahyu 19
Sungguh tak terperi duka dan derita yang dirasakan Sardiyanto, pria
paruh baya yang berasal dari Jawa Tengah itu. Ia selalu meneteskan air
mata ketika mengenang peristiwa tragis yang terjadi tiga tahun silam.
Bagaimana tidak, ia harus kehilangan lima anggota keluarganya sekaligus
dalam peristiwa nahas tragedi hilangnya pesawat komersial nasional
jurusan Surabaya-Manado pada tanggal 1 Januari 2007. Sardiyanto tidak
sendirian, ada banyak keluarga lain yang juga turut kehilangan
orang-orang dalam kecelakaan tersebut.
Ketika kita mengalami peristiwa menyedihkan, kerap timbul pertanyaan di
hati, "Mengapa ini terjadi? Mengapa saya harus mengalami ini?" Dan, kita
tidak menemukan jawabnya. Ya, dalam hidup ini ada banyak peristiwa yang
terjadi tanpa alasan atau jawaban yang memuaskan. Bencana alam yang
meluluhlantakkan dan meninggalkan luka begitu dalam; penyakit berat yang
tiba-tiba datang mendera tubuh; kegagalan demi kegagalan; dan persoalan
yang seolah-olah tidak berujung.
Begitulah, banyak hal dalam hidup ini yang terjadi begitu saja. Maka,
baiklah kita meresponsnya bukan dengan gugatan atau pun protes,
melainkan dengan hati yang berserah dan tetap bersyukur. Seperti
pemazmur yang dalam segala duka dan derita, tekanan jiwa dan
kegelisahannya yang dialami, ia berharap kepada Allah dan tetap
bersyukur kepada-Nya (ayat 6). Maka, marilah kita berhenti mencari jawaban.
Jalani saja hidup ini dengan rela. Mungkin itu tidak serta merta akan
menyelesaikan masalah, tetapi minimal tidak akan menimbulkan masalah
baru atau menambah berat masalah yang sudah ada
BERDAMAI DENGAN KENYATAAN
KERAP MERUPAKAN JAWABAN DARI BANYAK PERTANYAAN
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar