Baca: 2 Timotius 2:23-26
Ayat Mas: 2 Timotius 2:24,25
Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1-2; Wahyu 17
Kita sadar ia sudah berdosa karena menikah dengan pasangan yang tidak
seiman. Setahun sudah ia meninggalkan gereja, tidak beribadah sama
sekali. Pada malam Natal, hatinya rindu untuk kembali mengikuti ibadah
Natal. Ia pun pergi ke gereja. Sesampainya di sana, teman-teman yang
mengenalnya justru menyambutnya dengan tatapan dingin, curiga, bahkan
sinis. "Tumben datang ke gereja," sapa seorang rekan dengan nada tak
ramah. "Ada konsumsi, sih," bisik teman lainnya menyindir. Nita merasa
malu dan terpukul. Sejak itu ia tidak mau datang ke gereja lagi.
Dalam hidup bergereja, kita perlu bersabar menghadapi orang yang sedang
undur atau melawan kehendak Tuhan. Inilah pesan Paulus kepada Timotius,
yang sekaligus juga ditujukan kepada kita. Selama seseorang masih diberi
kesempatan oleh Tuhan untuk bertobat, kita pun perlu menerimanya dengan
kasih. Penghakiman yang kita tunjukkan hanya akan menyudutkan, bahkan
menghalangi kuasa Tuhan bekerja. Menutup kesempatan baginya. Sebaliknya,
keramahan dan kasih yang tulus membuka ruang dan peluang bagi pertobatan.
Adakah orang yang selama ini Anda anggap sesat, terhilang, atau
memberontak pada Tuhan? Sudahkah Anda menunjukkan kesabaran dan
keramahan? Ataukah, Anda bersikap dingin dan menghakimi? Tuhan Yesus
sengaja turun ke dunia agar manusia berdosa punya peluang bertobat. Dia
membuka pintu kesempatan. Itulah inti berita natal. Pada masa natal ini,
tunjukkanlah kesabaran dan keramahan agar pintu-pintu kesempatan
terbuka. Natal kita pun akan penuh makna
PENGHAKIMAN AKAN MENJERAT DAN MELUMPUHKAN
PENERIMAAN AKAN MEMBUKA PINTU KESEMPATAN
Penulis: Juswantori Ichwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar