Renungan 13 Desember 2010

Identitas Seutuhnya
Baca: Ulangan 25:13-16
Ayat Mas: Titus 2:10
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 12-14; Wahyu 4

Kita kerap mendengar kisah semacam ini. Seseorang bisa menjadi pengikut
Kristus yang "baik-baik" saat berada di lingkungan tetangga, di keluarga
besar, apalagi di gereja. Namun, di tempat kerja … identitas
kristianinya langsung ditinggalkan. Ia bisa berubah menjadi belut licin
dan licik, saling sikut dan saling dorong demi kemajuan karier dan laba.
"Yang namanya dunia kerja memang begitu. Kalau enggak ikut, bisa-bisa rugi!"

Fenomena ini sebenarnya bukan "barang baru". Bangsa Israel juga pernah
melakukan "kenakalan" yang serupa. Konon, pada masa itu para penjual
gandum kerap memiliki batu timbangan yang tidak akurat. Ketika para
pedagang ini membeli gandum, mereka memakai batu timbangan yang lebih
ringan agar mendapat jumlah lebih banyak. Namun, ketika menjual, mereka
mencurangi pembeli dengan memakai batu timbangan yang lebih berat atau
bahkan gandumnya dioplos dengan abu!

"Setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi Tuhan, Allahmu"
(ayat 16). Jelas, Tuhan tidak berkompromi. Dia ingin Anda bersikap
konsisten. Memiliki identitas yang utuh. Jika Anda menjadi orang
kristiani di gereja, kita mesti menunjukkan juga cara hidup kristiani di
tempat kerja; jangan manfaatkan jabatan Anda untuk bersikap curang.
Meski pandangan umum mengatakan bahwa orang baik dan jujur kemungkinan
akan rugi pada zaman ini, percayalah, segala sesuatu yang dikerjakan
sesuai jalan Tuhan dan dengan hati tulus, akan berbuah kebaikan.
Sebaliknya, usaha yang dikerjakan dengan kecurangan—sekecil apa pun,
akan berbuah kepahitan

BERSIKAPLAH SEBAGAI ORANG KRISTIANI SEUTUHNYA

DI MANA PUN ANDA BERADA

Penulis: Olivia Elena

Tidak ada komentar: