Renungan 12 Desember 2010

Magnet Kristus
Baca: Filipi 2:1-8
Ayat Mas: Filipi 2:1
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 9-11; Wahyu 3

Bayangkan Anda memiliki butir-butir kelereng dalam kantong plastik.
Butir-butir kelereng itu bersatu karena berada dalam wadah yang sama.
Namun, saat plastiknya robek, segera saja butir demi butir kelereng itu
berjatuhan dan tercerai-berai. Bandingkan dengan apabila Anda memiliki
magnet. Saat Anda mendekatkannya dengan serbuk besi, maka serbuk itu
akan melekat pada magnet. Dua benda itu bersatu bukan karena berada
dalam wadah yang sama, melainkan karena ditarik oleh kekuatan daya tarik
magnet.

Anggota-anggota jemaat di Filipi berasal dari berbagai latar belakang
kehidupan. Ada Lidia, perempuan Yahudi dan pengusaha yang kaya (Kisah
Para Rasul 16:14); ada budak perempuan—kemungkinan orang Yunani (16:16);
ada pula kepala penjara—bisa jadi orang Romawi (16:25-36). Rasanya sulit
membayangkan mereka berkumpul dalam wadah yang sama—seperti kelereng
tadi. Kalaupun bisa, kemungkinan besar akan sangat sulit bagi mereka
untuk tetap bersatu. Sedikit gesekan saja dapat berpotensi memecahkan
kesatuan mereka.

Surat Paulus memperlihatkan kondisi kesatuan mereka yang sesungguhnya:
"dalam Kristus". Kristus-lah "magnet" yang menarik dan melekatkan
mereka. Mereka diikat melalui hubungan mereka dengan Kristus, bukan oleh
kesamaan-kesamaan lahiriah. Kesatuan mereka semakin kuat ketika mereka
masing-masing menanggalkan keegoisan dan menjadi semakin serupa dengan
Kristus. Di gereja kita juga bertemu orang-orang dari berbagai latar
belakang. Bagaimana kesatuan di antara kita—seperti kelereng dalam
kantung plastik atau serbuk besi yang melekat pada magnet?

TANGGUNG JAWAB ORANG KRISTIANI IALAH MENERIMA SATU SAMA LAIN SEBAGAIMANA
KRISTUS TELAH MENERIMA KITA MASING-MASING

Penulis: Arie Saptaji

Tidak ada komentar: