Renungan 30 Agustus 2010

Memilih untuk Bersyukur
Baca: Habakuk 3:17-19
Ayat Mas: Habakuk 3:19
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 129-131; 1 Korintus 11:1-16

Ada cerita tentang dua anak yang bernama Ceria dan Murung. Seperti
na­manya, Ceria sifatnya periang dan selalu ter­senyum. Sebaliknya,
Murung suka me­nge­luh dan selalu cemberut. Suatu kali Murung mendapat
hadiah telepon geng­gam dari orangtuanya. Ia senang sekali, te­tapi
tidak lama wajahnya murung lagi. Ia khawatir teman-temannya meminjam
tele­pon genggamnya itu dan merusakkannya. Bukannya mendatangkan
kegembiraan, hadiah itu malah menjadi beban buatnya.

Pada saat bersamaan, Ceria juga men­­­d­apat hadiah dari orangtuanya,
yaitu ko­toran kuda. Ketika menerima hadiah itu, Ce­ria kaget sekali,
tetapi segera ia berpikir, "Ah, masa Ayah dan Ibu hanya memberi ko­toran
kuda, pasti ada sesuatu yang baik di balik ini." Ia lalu menghampiri
ayah dan ibunya. "Ayah dan Ibu sangat mengasihi saya, jadi tidak mungkin
hanya memberi kotoran kuda. Ini pasti sebuah tanda, bahwa Ayah Ibu sudah
membelikan seekor kuda buat saya," kata Ceria seraya tersenyum dan
memeluk mereka.

Cerah suramnya kehidupan kerap tidak tergantung pada kondisi di luar
diri kita, tetapi pada bagaimana kita memandang dan menyi­kapi­nya.
Habakuk hidup dalam masyarakat yang keras hati dan pe­nuh dengan
kejahatan (Habakuk 1:2-4). Walaupun demikian, ia tetap berpe­gang teguh
pada imannya. Ia tidak membiarkan dirinya teng­gelam da­lam kesusahan.
Sebaliknya, ia mengarahkan diri pada ka­sih dan kuasa Tuhan, karenanya
ia tetap dapat bersyukur. Sekarang ini, kita mungkin tengah berada dalam
kondisi yang sulit, tetapi sesungguhnya dalam keadaan demikian pun kita
tetap dapat me­milih untuk bersyukur.

DALAM KEADAAN APA PUN

SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Penulis: Ayub Yahya

Tidak ada komentar: