Renungan 20 Agustus 2010

Mazmur 104-105; 1 Korintus 3
Baca: 1 Samuel 13:5-14
Ayat Mas: 1 Samuel 13:11,12
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 104-105; 1 Korintus 3

Banyak orang Amerika mengalami kegemukan (obesitas). Lucunya, ada yang
menyalahkan restoran cepat saji se­ba­gai sumber masalah. Mereka
menuntut pihak restoran bertanggung jawab, bah­kan mengajukan masalah
ini ke pengadil­an. "Karena merekalah saya menjadi ge­muk, kena serangan
jantung, dan dia­be­tes!" seru Caesar Barber, salah satu pem­­ro­tes.
Begitu seringnya pihak restoran di­sa­lahkan, sampai-sampai pada 2004
keluar­lah Cheeseburger Bill—undang-undang yang melindungi industri
makan­an cepat sa­ji dari tuntutan hukum akibat ulah kon­sumen yang
kegemukan.

Kita cenderung menyalahkan orang lain atas kelalaian diri sendiri. Sama
se­perti Raja Saul. Sebelum berperang, ia sa­dar bahwa upacara
persembahan korban harus dilakukan oleh se­orang imam. Sang imam,
Samuel, sudah berjanji akan datang hari itu (1 Samuel 10:8). Namun, Saul
tidak sabar menunggu. Ia me­mimpin sendiri upacara itu. Dengan sengaja
ia melanggar aturan Tuhan. Samuel datang setelah upacara selesai.
Ditegurnya Saul. Apa jawab Saul? Pertama-tama ia menyalahkan situasi.
"Rakyat ber­serakan meninggalkan saya. Saya terpojok!" Kedua, ia
menyalahkan Samuel karena "tidak datang pada waktu yang ditentukan"
(ayat 11). Padahal Samuel datang pada hari yang ditetapkan! Dengan
menya­lah­kan orang lain dan situasi, Saul merasa diri benar, padahal
apa yang ia lakukan sudah ditolak Tuhan. Ia juga mengambinghitamkan
orang lain. Dosanya berlipat.

Jika Anda berbuat salah, jangan berkata: "Aku jadi begini gara-gara
kamu!" Stop menuding orang lain. Akui kesalahan Anda dan segeralah
memperbaiki diri. Itulah pertobatan sejati.

LEBIH BAIK MENCARI APA YANG SALAH

KETIMBANG MENCARI SIAPA YANG SALAH


Penulis: Juswantori Ichwan

Tidak ada komentar: