Baca: 1 Samuel 13:5-14
Ayat Mas: 1 Samuel 13:11,12
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 104-105; 1 Korintus 3
Banyak orang Amerika mengalami kegemukan (obesitas). Lucunya, ada yang
menyalahkan restoran cepat saji sebagai sumber masalah. Mereka
menuntut pihak restoran bertanggung jawab, bahkan mengajukan masalah
ini ke pengadilan. "Karena merekalah saya menjadi gemuk, kena serangan
jantung, dan diabetes!" seru Caesar Barber, salah satu pemrotes.
Begitu seringnya pihak restoran disalahkan, sampai-sampai pada 2004
keluarlah Cheeseburger Bill—undang-undang yang melindungi industri
makanan cepat saji dari tuntutan hukum akibat ulah konsumen yang
kegemukan.
Kita cenderung menyalahkan orang lain atas kelalaian diri sendiri. Sama
seperti Raja Saul. Sebelum berperang, ia sadar bahwa upacara
persembahan korban harus dilakukan oleh seorang imam. Sang imam,
Samuel, sudah berjanji akan datang hari itu (1 Samuel 10:8). Namun, Saul
tidak sabar menunggu. Ia memimpin sendiri upacara itu. Dengan sengaja
ia melanggar aturan Tuhan. Samuel datang setelah upacara selesai.
Ditegurnya Saul. Apa jawab Saul? Pertama-tama ia menyalahkan situasi.
"Rakyat berserakan meninggalkan saya. Saya terpojok!" Kedua, ia
menyalahkan Samuel karena "tidak datang pada waktu yang ditentukan"
(ayat 11). Padahal Samuel datang pada hari yang ditetapkan! Dengan
menyalahkan orang lain dan situasi, Saul merasa diri benar, padahal
apa yang ia lakukan sudah ditolak Tuhan. Ia juga mengambinghitamkan
orang lain. Dosanya berlipat.
Jika Anda berbuat salah, jangan berkata: "Aku jadi begini gara-gara
kamu!" Stop menuding orang lain. Akui kesalahan Anda dan segeralah
memperbaiki diri. Itulah pertobatan sejati.
LEBIH BAIK MENCARI APA YANG SALAH
KETIMBANG MENCARI SIAPA YANG SALAH
Penulis: Juswantori Ichwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar