Baca: Kejadian 25:29-34, 28:6-9
Ayat Mas: Kejadian 25:32
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 87-88; Roma 14
Grusa-grusu adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menjelaskan sikap
seseorang yang serba terburu-buru dan tidak berpikir panjang dalam
menyikapi sesuatu. Akibatnya, orang yang demikian kerap kali mengambil
keputusan yang tidak bijaksana. Dan akhirnya, ia harus menuai masalah
di kemudian hari karena keputusan tersebut.
Esau adalah seorang tokoh di Alkitab yang tercatat kerap bertindak
grusa-grusu. Dalam dua bagian bacaan hari ini, kita temukan setidaknya
dua tindakannya yang demikian. Pertama, tindakannya menjual hak
kesulungan demi roti dan masakan kacang merah karena ia sangat lapar.
Kedua, tindakannya yang grusa-grusu mengambil istri—perempuan yang
tidak diperkenan orangtuanya. Akibatnya, Esau menghadapi banyak masalah
dengan orangtuanya; ia meremehkan dan mencampakkan arti pentingnya
berkat Allah atas hak kesulungan. Dan, bangsa Edom, keturunannya, juga
terkena dampaknya.
Ada banyak sebab seseorang bertindak grusa-grusu. Bisa karena dikuasai
nafsu seperti Esau, panik, percaya diri secara berlebihan, dan
sebagainya. Adalah penting untuk tetap menjaga diri tidak bertindak
ceroboh dalam situasi-situasi tersebut. Caranya bisa dengan menahan diri
untuk tidak segera mengambil keputusan. Sebaliknya, berusaha mencari
pendapat dari orang lain terlebih dahulu, terutama orang yang bersikap
kritis terhadap kehidupan kita—orang-orang yang tidak segan menegur atau
menasihati kita. Sebab masukan mereka sangat menolong kita melihat
aspek-aspek yang sebelumnya tidak bisa kita lihat. Dengan perspektif
baru ini kita dapat mengambil keputusan untuk bertindak lebih bijaksana.
AMBILLAH SETIAP KEPUTUSAN TIDAK DENGAN GRUSA-GRUSU
TETAPI DENGAN PENUH PERTIMBANGAN MATANG
Penulis: Alison Subiantoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar