Baca: Yehezkiel 16:1-22
Ayat Mas: Yehezkiel 16:22
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 43-45; Kisah Para Rasul 27:27-44
Peribahasa "air susu dibalas air tuba" tentu sudah kerap kita dengar,
dan kita merasa tak mungkin membalas kebaikan seseorang dengan
kejahatan. Akan tetapi, sadarkah kita bahwa orang percaya yang berbuat
dosa, juga dapat disebut tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih?
Seperti perbuatan-perbuatan keji bangsa Israel, yang dipaparkan dalam
bacaan kita sebagai sikap tidak tahu membalas budi Tuhan. Yerusalem
membalas kebaikan Tuhan dengan perbuatan-perbuatan yang menyakiti hati-Nya.
Yerusalem adalah ibarat bayi yang dibuang orangtuanya. Dengan belas
kasih, Tuhan memelihara dan membesarkannya (ayat 6,7). Bahkan, sebagai
wujud kasih yang dalam, Tuhan "memperistri" Yerusalem (ayat 8-13).
Inilah gambaran perjanjian anugerah Tuhan kepada Israel. Namun, apa
balasan Yerusalem? Segala kebaikan dan tanda kasih Tuhan
"dihambur-hamburkan untuk para kekasihnya", yaitu dengan menyembah
segala berhala sesembahan bangsa kafir (ayat 15). Padahal seharusnya
Israel menyembah Tuhan saja.
Jangan berpikir bahwa ini hanya realitas yang terjadi pada zaman dulu.
Gereja—persekutuan orang percaya—saat ini juga kerap bertingkah seperti
istri yang tidak setia. Yakni ketika ia membiarkan pola hidup duniawi
merasuk dan merusak jemaatnya. Ketika jemaat Tuhan hidup demi
kesenangannya sendiri, bukan menyenangkan Tuhan. Sebagai manusia baru
yang telah ditebus oleh darah Tuhan Yesus, selayaknya kita menjauhi
dosa, serta melayani Tuhan dan sesama dengan penuh kasih. Dengan
demikian kita tak membalas kasih-Nya dengan "air tuba", tetapi juga
dengan sesuatu yang menyukakan-Nya.
BETAPA SENANGNYA TUHAN APABILA ANAK-ANAK-NYA
HIDUP SEPERTI DIA, MENGASIHI-NYA, DAN SELALU BERSAMA-NYA
Penulis: Eddy Nugroho
Tidak ada komentar:
Posting Komentar