Renungan 28 Juli 2010

Bukan Hanya Menghibur
Baca: 2 Tawarikh 6:12-17
Ayat Mas: 2 Tawarikh 6:13
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46-48; Kisah Para Rasul 28

Setelah menyimak oratorium Messiah, seseorang mendatangi George Frideric
Handel, komposer musik panjang tersebut. Ia memuji dan menyatakan betapa
para penonton sangat terhibur oleh karya itu. Oratorium memang mirip
dengan musik opera, hanya saja tanpa drama dan pembabakan, dan
mengandung unsur hiburan yang kuat. Namun, dalam karya yang memotret
sosok Kristus ini, Handel memiliki tujuan yang berbeda. Hiburan hanyalah
tujuan samping. Maka, ia menanggapi orang itu dengan berkata, "Saya
sungguh prihatin kalau ternyata hanya berhasil menghibur mereka—saya
berharap membuat mereka menjadi lebih baik." Lebih dari sekadar
menggubah mahakarya, ia ingin memperkenalkan dan memasyhurkan Mesiasnya.

Salomo membangun Bait Allah yang megah. Perlu tujuh tahun untuk
mendirikannya, dengan materi dari kayu berkualitas terbaik yang dilapisi
emas. Sebuah karya arsitektur yang tiada bandingannya. Ketika
meresmikannya, bisa saja ia membusungkan dada atas pencapaian agung
tersebut. Namun, ia memilih untuk berlutut menyembah Allah, menunjukkan
kasih dan penghormatannya yang mendalam. Ia mengakui bahwa Allah-lah
Raja yang sesungguhnya, pemegang wewenang dan kekuasaan tertinggi.
Dengan teladannya, ia menggugah segenap bangsanya untuk turut menyembah
Allah.

Begitu juga tujuan kita berkarya. Bukan sekadar untuk mengundang decak
kagum dunia, membusungkan dada, mengejar hobi, atau memuaskan kesenangan
pribadi, melainkan untuk memuliakan Allah. Sebuah karya yang tampaknya
sepele sekalipun akan menjadi besar jika dapat menggugah orang untuk
memuliakan Dia.

KARYA DAN TINDAKAN KITA MENJADI BERARTI

KETIKA DIPERSEMBAHKAN BAGI KEMULIAAN YANG MAHATINGGI

Penulis: Arie Saptaji

Tidak ada komentar: