Baca: 1 Samuel 2:12-26
Ayat Mas: Amsal 29:17
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 35,36; Kisah Para Rasul 25
Film Horsemen yang beredar di Indonesia pada September 2009, berkisah
tentang seorang detektif yang bernama Aidan Breslin. Istrinya telah
meninggal dan ia harus mengurus dua anaknya sendirian. Kesibukannya
dalam pekerjaan membuat ia jarang sekali punya waktu buat kedua anaknya.
Apalagi ketika ia ditugaskan untuk menyelidik kasus pembunuhan sadis di
kotanya. Akhir kisah, Breslin berhasil mengungkap kasus pembunuhan
tersebut yang ternyata bersumber pada anak-anak yang kehilangan
perhatian dan kasih sayang orangtuanya. Tragisnya, Alex, anak sulungnya,
ternyata juga terlibat.
Dalam kasus yang berbeda, Eli mengalami hal serupa. Anak-anaknya hidup
bergelimang dosa. Alkitab menyebut mereka orang-orang dursila (ayat 12).
Tampaknya kesibukan Eli sebagai imam bagi bangsa sebesar Israel dengan
berbagai tuntutan dan persoalannya, telah begitu banyak menyita waktu
dan tenaga Eli. Sehingga, ia tidak lagi dapat memantau anak-anaknya. Ia
hanya mendengar dari orang lain tentang perbuatan mereka (ayat 23).
Kerap kali sebagai orangtua, kita hanya fokus pada kebutuhan materi
anak-anak. Padahal kebutuhan rohani, berupa waktu bersama dan perhatian,
tidak kalah penting.
Selain itu, rupanya Eli juga tidak tegas kepada anak-anaknya. Ketika
tahu bahwa anak-anaknya telah berbuat dosa, ia tidak mendisiplin mereka
(1 Samuel 3:13). Tidak sedikit orangtua karena berbagai alasan, enggan
untuk mendisiplin anak-anaknya. Akibatnya, tindakan mereka menjadi tidak
terkendali. Semoga kita belajar dari kisah Eli dan anak-anaknya itu,
sehingga kita pun tidak melakukan kesalahan yang sama pada anak-anak kita.
SALAH SATU PEMBERIAN TERBAIK ORANGTUA
BUAT ANAK-ANAKNYA ADALAH WAKTU BERSAMA
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar