Renungan 31 Juli 2010

Buah Ketekunan Baca: Yakobus 1:1-8
Ayat Mas: Amsal 24:16
Bacaan Alkitab Setahun: Titus 1-3; Filemon 1

Pada tahun 1850-an, Levi Strauss mengadu nasib ke Kalifornia untuk
menambang emas. Hasilnya tak seberapa banyak, tetapi ia tidak putus asa.
Ia lantas mencari usaha sampingan dengan membuat bahan kain keras
(jeans) untuk tenda atau penutup mobil. Teman kerjanya berkomentar:
"Mengapa kamu tidak membuat celana dari bahan ini?" orang itu
menjelaskan bahwa para penambang perlu celana dari bahan kain yang kuat.
Strauss setuju. Ia pun membuat celana bagi para penambang emas. Hal ini
menjadi langkah awal ia mendapatkan "emas". Celana berbahan jeans itu
disukai banyak orang, bahkan menjadi populer sampai ke seluruh dunia.
Dalam hidup ini, kita tidak dapat menghindari kegagalan, kesusahan,
pencobaan, atau ujian. Namun, kita dapat menyikapinya secara berbeda.
Jika disikapi dengan keputusasaan, masa sulit akan melumpuhkan semangat
hidup. Membuat kita menjadi pecundang. Sebaliknya, jika disikapi dengan
ketekunan, masa sulit bisa dianggap sebagai "suatu kebahagiaan" (ayat
2). Mengapa? Karena melaluinya kita ditempa menjadi lebih dewasa dan
berpengalaman. Apakah ketekunan itu? Sikap pantang menyerah dan terus
berusaha melakukan yang terbaik di saat terburuk. Ketekunan membentuk
orang menjadi tahan banting; pandai melihat peluang di tengah
penghalang. Dan, buahnya adalah keberhasilan. Apakah Anda tengah melalui
masa sulit? Kegagalan bisnis, keretakan hubungan, sakit-penyakit, sampai
ujian iman. Apakah pencobaan dan kegagalan membuat Anda patah semangat
atau pesimis? Ayo bangkit lagi! Mintalah hikmat kepada Tuhan agar bisa
tetap bertahan
KEPUTUSASAAN MELUMPUHKANKETEKUNAN MEMAMPUKAN

Penulis: Juswantori Ichwan
Dilihat: 218 x

Tidak ada komentar: