Baca: Wahyu 3:7-13
Ayat Mas: Wahyu 3:10
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 18,19; Kisah Para Rasul 20:17-38
Pdt. Eka Darmaputera dalam salah satu khotbahnya mengatakan, "Modal
utama kita sebagai murid Kristus bukan terletak pada jumlah atau pun
kekuasaan, melainkan pada ketaatan kita kepada Tuhan. Tidak ada artinya
kita memiliki kekuatan secara lahiriah, apabila itu kita raih dengan
mengorbankan prinsip-prinsip iman kita."
Pesan ini sejajar dengan pesan dalam surat kepada Jemaat di Filadelfia.
Filadelfia adalah kota termuda di antara ketujuh kota yang disebut dalam
kitab Wahyu. Dibangun oleh Raja Attalus II sekitar tahun 150 sebelum
Kristus. Konon Attalus membangun kota itu untuk menyatakan rasa cintanya
yang begitu besar kepada Eumenes, saudara laki-lakinya. Karenanya diberi
nama Filadelfia, yang berasal dari kata Yunani philadelphos, artinya:
orang yang mengasihi saudara laki-lakinya.
Secara kuantitas, Jemaat Filadelfia bukanlah jemaat yang besar dan kuat.
Akan tetapi, mereka taat kepada Tuhan. "Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak
seberapa," demikian firman Tuhan. "Namun engkau menuruti firman-Ku dan
engkau tidak menyangkal nama-Ku" (ayat 8). Karena itu, Tuhan pun akan
melindungi mereka dari pencobaan yang akan datang menimpa dunia (ayat 10).
Gereja yang berfokus pada upaya menambah jumlah pengikut, memperkuat
pengaruh sosial, ekonomi, dan politik, pasti akan kecewa. Itu dasar yang
rapuh. Upaya gereja harus mulai dari ketaatan kepada Tuhan. Begitu juga
dalam hidup pribadi. Kekuatan kita sebagai pengikut Kristus bukan
terletak pada materi, jabatan, atau kekuasaan, melainkan pada ketaatan
kepada Tuhan. Fokus hidup kita haruslah tertuju pada bagaimana kita
tetap taat kepada Tuhan.
Kita tidak dipanggil untuk menjadi kaya atau berhasil
kita dipanggil untuk taat—Ibu Teresa
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar