Renungan 16 Juli 2010

Pasir Pantai
Baca: 2 Timotius 4:1-5
Ayat Mas: 2 Timotius 4:2,3
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 16,17; Kisah Para Rasul 20:1-16

Sepasang suami istri senang mengoleksi pasir pantai dari berbagai tempat
yang mereka kunjungi. Pasir pantai itu dikemas dalam botol-botol kecil
dan ditaruh di ruang tamu. Pada beberapa kesempatan, botol-botol pasir
itu menarik perhatian tamu yang berkunjung. Dan atas setiap pertanyaan
para tamu, mereka menjawab: "Tuhan yang mencipta kita adalah Tuhan yang
kreatif. Anda bisa membandingkan pasir pantai dari berbagai tempat, dan
menemukan keunikan jenis-jenis pasir tersebut. Dari situ, apa yang bisa
Anda kenali dari pribadi Tuhan?" Ya, bermula dari botol-botol pasir,
mereka beroleh jalan untuk menceritakan kasih Tuhan.

Timotius adalah murid Paulus yang diutus memimpin jemaat Efesus yang
mayoritas penduduknya orang Yunani. Ini bukan tugas ringan. Tradisi
Yunani saat itu begitu kuat pengaruhnya; membuat orang-orang tak lagi
dapat menerima ajaran sehat. Mereka lebih memilih "mengumpulkan
guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya"
(ayat 3). Injil tak menarik lagi, dongeng justru tampak lebih baik (ayat
4). Biarpun demikian, Paulus tak ragu memercayakan pelayanan itu; bahkan
meminta Timotius siap sedia kapan pun kesempatan membagi kebenaran itu
datang (ayat 2). Sebab bertahun-tahun Timotius telah belajar dan
berlatih melayani bersama Paulus—belajar firman; menginjil; mengajar;
memelihara jemaat.

Saat ini, di tengah begitu banyak hal menarik yang ditawarkan dunia,
sebetulnya banyak hal juga yang dapat dipakai untuk mewartakan kabar
baik. Kuncinya, kita mesti memahami Injil terlebih dulu; serta yang tak
kalah penting adalah melatih diri. Sehingga, jika kesempatan itu datang,
kita berani dan siap membagikan Injil.

MEMBERITAKAN INJIL TAK BOLEH SEKADAR JADI TEKAD

NAMUN MESTI DIIMBANGI DENGAN HATI YANG SELALU SIAP

Penulis: Sunandar Sirait

Tidak ada komentar: