Renungan 13 Juli 2010

Cermin yang Pecah
Baca: Yosua 2:1-7, Yosua 6:21-25
Ayat Mas: Ibrani 11:31
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 7-9; Kisah Para Rasul 18

Robert Schuller dalam buku Kisah Kasih Allah bercerita tentang sebuah
karya mozaik di istana kerajaan Teheran. Karya mozaik itu adalah salah
satu karya terindah di dunia. Namun, siapa menduga bahwa mozaik itu
terbuat dari sebuah cermin pecah. Mulanya, seorang arsitek memesan
cermin dari Paris untuk dipasang di tembok istana. Ketika pesanan itu
datang, alangkah kecewanya mereka karena cermin itu sudah pecah. Sang
kontraktor bermaksud membuang pecahan cermin itu, tetapi si arsitek
justru menggunakan pecahan-pecahan cermin itu untuk membuat mozaik indah
yang terdiri dari serpihan kaca yang berwarna perak, berkilau, dan
memendarkan cahaya.

Kisah Rahab juga serupa mozaik indah. Ia adalah perempuan kafir dan
seorang pelacur. Namun, karena imannya kepada Tuhan dan tindakannya yang
berani menyelamatkan para pengintai, Rahab diselamatkan. Ketika itu
seluruh Yerikho dicekam rasa takut terhadap Israel (ayat 9-11), tetapi
Rahab tidak membiarkan ketakutan maupun masa lalunya yang kelam
menghambatnya. Ia berpaling kepada Tuhan. Tuhan pun menghargai iman
Rahab. Ia dan seisi keluarganya tidak hanya terhindar dari pemusnahan
(Yosua 6:25); ia menjadi leluhur dari Raja Daud dan bahkan masuk ke
dalam silsilah Yesus dalam Matius 1.

Setiap kita pernah membuat kesalahan pada masa lalu. Bahkan mungkin,
kita punya masa lalu yang begitu kelam. Mungkin kita merasa hidup kita
sudah hancur. Namun, kisah Rahab mengingatkan kita; Tuhan sanggup
mengubah hidup yang hancur sekalipun, menjadi baru. Seperti apa pun
hidup kita, jika dibawa ke hadapan-Nya, akan diubah menjadi karya seni
yang indah dan berharga

Di tangan Yesus, kerikil bisa menjadi mutiara

Penulis: Grace Suryani

Tidak ada komentar: