Renungan 27 Juni 2010

Kristus Rumah Kita
Baca: Yohanes 15:1-8
Ayat Mas: Yohanes 15:4
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 8-10; Kisah Para Rasul 8:26-40

Dalam bahasa Inggris ada kata house dan home. Namun, kita hanya mengenal
kata "rumah" untuk menerjemahkan keduanya. House ialah bangunan fisik
tempat tinggal, adapun home mengacu pada hubungan yang penuh makna
antara manusia dan tempat huniannya. Home mewakili tempat yang paling
membuat kita kerasan di dunia ini.

Itulah kira-kira yang dimaksudkan Yesus tatkala Dia menghendaki agar
kita tinggal di dalam Dia. Dalam bahasa Yunani, kata tinggal itu
memiliki konteks yang luas. Berkaitan dengan tempat, tinggal berarti
menetap; berdiam; tidak meninggalkan; senantiasa hadir. Berkaitan dengan
waktu, tinggal berarti berlangsung terus-menerus; bertahan;
berjaga-jaga; tidak binasa; langgeng. Berkaitan dengan keadaan, tinggal
berarti tetap seperti semula; tidak berubah. Selain itu, tinggal juga
berarti menantikan seseorang. Dengan memadukan berbagai pengertian
tersebut, tinggal di dalam Kristus dapat dimaknai sebagai "menjadikan
Kristus sebagai rumah kita selama-lamanya".

Lalu, bagaimana kita tinggal di dalam Kristus? Kita dapat menemukan
jawabannya melalui makna rumah (home). Rumah ialah tempat hati kita
tertuju, tempat kita pulang tatkala rindu. Di rumah, kita rehat untuk
mendapatkan pemulihan dan penyegaran. Di rumah, kita merasa nyaman dan
leluasa menjadi diri sendiri. Di rumah, kita menemukan keamanan dan
ketenteraman. Di rumah pula, kita bersekutu dengan orang-orang yang kita
kasihi dan melakukan hal-hal yang kita senangi. Singkatnya, rumah
menjadi pusat aktivitas hidup kita. Nah, apakah kita menjadikan Kristus
sebagai "rumah" kita?

DI DALAM KRISTUS KITA TINGGAL SELAMA-LAMANYA:

BERAKAR, BERTUMBUH, DAN BERBUAH BAGI KEMULIAAN BAPA

Penulis: Arie Saptaji

Tidak ada komentar: