Baca: 1 Timotius 1:12-17
Ayat Mas: 1 Timotius 1:14
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 21-22; Lukas 23:26-56
Ada sebuah dongeng tentang Akhan, kepala istana kepercayaan Baginda
Raja, yang memiliki kebiasaan aneh. Setiap pagi sebelum memulai
pekerjaannya, ia pergi ke sebuah ruangan yang terletak di belakang
istana, dan beberapa saat lamanya berdiam diri di sana. Kebiasaannya itu
lama-lama diketahui Baginda Raja. Diam-diam Baginda Raja memeriksa
ruangan itu, dan didapati di sana beberapa benda asing: lemari kecil dan
kursi tua di pojok ruangan, lalu topi dan sandal petani, serta cangkul
di dekatnya.
Baginda Raja pun memanggil Akhan dan bertanya tentang benda-benda itu.
Akhan menjelaskan, "Saya adalah anak petani miskin ketika Baginda
membawa dan membesarkan saya di istana. Saya menjadi seperti sekarang
karena perkenan dan kebaikan Baginda. Setiap hari saya masuk ke ruangan
itu dan melihat benda-benda tersebut, untuk mengingatkan diri sendiri,
siapa saya dulu."
Paulus juga tidak pernah melupakan atau menutupi masa lalunya yang
kelam. Dan karena itu ia jadi selalu ingat akan kasih karunia Allah
dalam hidupnya. "Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang
penganiaya dan seorang ganas, tetapi telah dikasihi-Nya," begitu ia
menulis (ayat 13). Tidak heran kalau dalam kondisi apa pun Paulus tidak
pernah kekurangan sukacita dan rasa syukur kepada Tuhan.
Mari kita pun senantiasa mengingat kembali rahmat dan kebaikan Tuhan
dalam hidup kita pada masa lalu; supaya kalau sekarang sukses, kita
tidak menjadi sombong dan lupa diri. Sebaliknya kalau tengah dirundung
kesusahan, kita tidak menjadi kecil hati atau putus asa, tetap bisa
bersyukur dan bersukacita.
Bagaimana kita mengingat dan memaknai masa lalu
akan sangat menentukan langkah kita pada masa kini
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar