Baca: Lukas 4:25-28
Ayat Mas: Matius 25:45
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 7-9; Yohanes 1:1-28
Saya pernah ditanya mengenai alasan saya memilih mengajar anak-anak dari
kelompok yang termarginalkan. Anak-anak itu kerap susah diatur. Mereka
mudah kehilangan motivasi belajar. Kemampuan akademis mereka pun
cenderung lebih rendah. Mengajari anak-anak ini kerap kali begitu
menguras energi dan melelahkan secara emosi. Lagi pula, sebagian besar
dari mereka bukan anak jemaat, bahkan bukan orang kristiani. Mereka
"orang lain"!
Sebagian jemaat menyarankan agar saya mulai lebih memperhatikan anak
jemaat. Jika dipikir-pikir, memang ada di antara anak jemaat yang
memerlukan bantuan, tetapi tentu itu bukan alasan tepat untuk serta
merta mengabaikan anak-anak lain, yang bukan anak jemaat. Apalagi,
banyak anak dari kelompok termarginalkan ini yang sering menjadi pelaku,
juga korban kekerasan. Mereka tumbuh tanpa memiliki pengalaman dicintai
dan dikasihi. Sayangnya, gereja cenderung memfokuskan pelayanan hanya
pada diri sendiri.
Sesungguhnya, perkataan Yesus sangat menohok. Yesus menyebutkan bahwa
Elia diutus Tuhan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, padahal pada
masa itu banyak perempuan janda di Israel yang bisa saja dipilih Tuhan
(ayat 25,26). Begitu juga Elisa dipakai Tuhan untuk mentahirkan Naaman
orang Siria, padahal begitu banyak orang kusta di Israel waktu itu yang
butuh ditahirkan (ayat 27). Jadi, Tuhan memakai hamba-Nya tidak selalu
untuk umat saja, tetapi kepada orang lain juga yang mungkin belum
mengenal Tuhan.
"Orang-orang lain" yang bukan jemaat, bahkan yang bukan orang kristiani,
juga perlu dikasihi, sebab mereka berharga di mata Tuhan. Mereka pun
perlu dilayani.
Jangan biarkan orang lain melihat cahaya Anda
tanpa dapat merasakan kehangatannya
Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar