Baca: Matius 28:11-15
Ayat Mas: Matius 28:15
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 14-15; Lukas 22:21-46
Sesudah kebangkitan-Nya, terdapat banyak kisah tentang penampakan Yesus
kepada para murid. Semuanya bermaksud menegaskan sebuah kebenaran:
Kristus sudah bangkit! Semuanya adalah cerita yang membawa berita
kebenaran. Namun, di antara kisah-kisah penampakan di dalam Injil
tersebut, Matius mencatat satu kisah dusta. Satu saja! Mengapa? Mengapa
satu kisah dusta ini "menyelip" dan mengusik agungnya kesaksian tentang
Yesus yang bangkit?
Pertama, "selipan" ini mau mengatakan bahwa serentak dengan
berkumandangnya sebuah berita kebenaran, akan selalu ada suara yang
melawannya. Suara yang menganggapnya sebagai kebohongan. Suara yang
menentang dengan menciptakan dusta. Perkataan yang benar
diputarbalikkan. Orang benar difitnah. Tindakan yang benar
dipersalahkan. Apabila kita melihat atau mengalami hal demikian, tak
usah heran. Yesus pun diperlakukan demikian. Itulah kehidupan.
Kedua, "selipan" ini mau mengingatkan bahwa suara kebenaran harus
digemakan berulang kali hingga terserap sampai ke hati. Sebaliknya,
sebuah dusta cukup dinyatakan satu kali untuk menyelewengkan kebenaran.
Perlu empat puluh hari untuk menegaskan kebenaran kebangkitan Tuhan
lewat penampakan dan pengajaran (Kisah Para Rasul 1:3). Sebaliknya,
hanya perlu satu keputusan rapat Mahkamah Agama untuk menyiarkan
kebohongan pencurian jasad-Nya. Kebaikan harus diajarkan berulang-ulang,
sedangkan kejahatan cukup ditularkan sekali saja. Kebiasaan baik
dibangun bertahun-tahun; kebiasaan buruk mengancamnya runtuh dalam
sehari. Itulah kehidupan ini.
Kebenaran harus diiringi dengan pendidikan berulang kali
untuk menangkal racun kebohongan yang hanya sekali
Penulis: Pipi Agus Dhali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar