Baca: Lukas 21:1-4
Ayat Mas: Lukas 21:3
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 3-5; Lukas 20:1-26
Di dunia ini, kita terbiasa menganggap orang yang menang adalah orang
yang sukses mengalahkan orang lain. Menjadi nomor satu, itulah definisi
pemenang. Bagi seorang pengusaha, menjadi yang terkaya di dunia. Bagi
seorang politikus, menjadi orang nomor satu di negaranya. Bagi seorang
pelajar, menjadi juara di sekolahnya. Dan seterusnya.
Namun, apakah itu juga definisi kemenangan di mata Allah? Kalau kita
melihat kisah tentang janda miskin dan persembahannya, kita menemukan
suatu definisi yang berbeda.
Janda miskin ini hanya memberikan dua peser uang. Jumlah yang menurut
kamus Alkitab, sangatlah kecil nilainya. Kalah telak dibandingkan
persembahan orang-orang kaya. Namun, bagi Yesus, persembahan ini justru
lebih berharga daripada persembahan orang-orang kaya! Menurut standar
Allah, si janda miskin ini tampil sebagai pemenang. Bagi Dia, kemenangan
seseorang diukur dari seberapa maksimal ia berusaha memberikan apa yang
ia mampu. Bukan seberapa hebat ia dibandingkan orang lain.
Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi yang nomor satu, tetapi menjadi
yang terbaik yang kita bisa. Pola pikir ini memberi ketenangan sekaligus
memacu kita. Ketenangan, karena kita tidak perlu menjalani hidup dengan
membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Tidak perlu takut dicap
kalah bersaing. Terpacu, karena Tuhan meminta kita memberikan yang
terbaik yang kita bisa. Untuk berusaha semaksimal mungkin memenuhi
segala potensi kita. Untuk tidak mudah berpuas hati. Melainkan terus
mendorong diri untuk maju, memakai semua bakat dan karunia yang Allah
percayakan.
Seorang pemenang yang sejati adalah seseorang yang berhasil
memenuhi segala potensi yang Allah percayakan kepadanya
Penulis: Alison Subiantoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar