Renungan 29 April 2010

Tidak Tawar Hati
Baca: 2 Korintus 4:16-18
Ayat Mas: 2 Korintus 4:16
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 6-7; Lukas 20:27-47

Ia baru berusia 21 tahun ketika memulai pelayanannya di sebuah gereja
kecil di Illinois. Semangatnya menyala-nyala. Ia bahkan mengelola
program khusus di radio, dan turut mendirikan Youth for Christ.
Selanjutnya, ia mulai melakukan perjalanan mengabarkan Injil berkeliling
ke seluruh Amerika dan Eropa. Tercatat dua miliar lebih orang telah
mendengar khotbahnya, baik secara langsung, maupun melalui radio dan
televisi.

Saat usianya memasuki 88 tahun, tubuhnya memang tidak sekuat dulu,
tetapi semangatnya tetap berkobar. Bahkan, selama lima belas tahun
terakhir ia harus berjuang melawan penyakit parkinsonnya. Belum
pneumonia, cairan di otak, dan kanker prostat. Semua itu tidak
menghalangi seorang Billy Graham untuk terus berkarya. Baginya, dalam
keadaan apa pun, tidak ada kata kendor untuk melayani Tuhan.

Selalu ada saat tubuh jasmani kita semakin merosot; entah karena sakit
yang mendera, ataupun karena usia yang beranjak tua. Kita tidak dapat
mengelak. Dalam keadaan demikian yang bisa kita lakukan adalah menjaga
agar tubuh batiniah kita tidak ikut-ikut merosot, yaitu dengan berpikir
positif dan tetap berpengharapan di dalam Tuhan.

Dengan begitu, kita tidak kekurangan rasa syukur; tetap dapat menikmati
hari-hari kita, serta tetap dapat berkarya bagi Tuhan dan sesama. Paulus
juga mengalami kemerosotan fisik; karena penganiayaan yang dialaminya
dan karena penyakit yang dideritanya. Namun, ia tidak tawar hati. "Dalam
segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun
tidak putus asa" (2 Korintus 4:8).

Kemerosotan fisik bukan alasan untuk tawar hati

Penulis: Ayub Yahya
Dilihat: 135 x

Tidak ada komentar: