Baca: Keluaran 17:1-7
Ayat Mas: Keluaran 17:2
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-raja 1-2; Lukas 19:28-48
Seorang pengemudi mobil kehilangan karcis parkir di sebuah mal.
Akibatnya ia harus membayar denda Rp20.000,00. Karena jengkel, spontan
ia memarahi petugas di loket parkir. "Ini pemerasan!" katanya. "Saya
tidak akan ke sini lagi!" Setelah petugas menjelaskan bahwa ia hanya
menjalankan ketentuan pihak pengelola, si pengemudi membayar juga.
Namun, ia pulang dengan bersungut-sungut!
Kita bersungut-sungut ketika merasa terjebak dalam situasi yang tak
dapat diubah. Umat Israel bersungut-sungut ketika mengalami krisis air,
saat mengembara di padang gurun. Mereka merasa menjadi korban. Terjebak
mengikuti pimpinan Tuhan. Musa pun menjadi sasaran kemarahan, karena ia
juru bicara Tuhan. Padahal ia hanya meneruskan "ketentuan pihak
pengelola" yakni Tuhan sendiri. Mereka menuduh, "Engkau memimpin kami
keluar dari Mesir, untuk membunuh kami!" (ayat 3). Jawab Musa,
sungut-sungut mereka berarti mencobai Tuhan. Meragukan pimpinan-Nya.
Gerutuan mereka tidak dibalas Musa dengan sungut-sungut juga. Alih-alih,
Musa berseru-seru kepada Tuhan (ayat 4). Hasilnya? Tuhan mengirim air!
Kadang kita tak dapat mengubah situasi, tetapi kita dapat mengubah cara
kita menghadapi situasi. Sikap menggerutu membuat situasi tambah runyam.
Pimpinan Tuhan diragukan. Orang lain dikambinghitamkan. Bukankah lebih
baik kita meniru Musa: berseru-seru pada Tuhan? Dengan mencurahkan isi
hati kepada Tuhan, hati menjadi lega, Tuhan pun menawarkan solusi.
Ingatlah, Tuhan bertindak bukan karena sungut-sungut umat, melainkan
karena seruan Musa. Dengan berseru-seru, kita memiliki cara sehat dan
kreatif ketika menghadapi jalan buntu.
Dengan bersungut-sungut, muncul persoalan
Dengan berseru-seru pada Tuhan, muncul penyelesaian
Penulis: Juswantori Ichwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar