Baca: Markus 10:35-45
Ayat Mas: Markus 10:44
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 1-3; Lukas 8:26-56
Sekelompok kuda liar sedang makan rumput di sebuah padang belantara.
Tiba-tiba muncul seekor harimau kelaparan yang tengah mencari mangsa.
Kuda-kuda itu serentak melindungi diri dengan cara berdiri saling
berhadapan membentuk lingkaran. Sang harimau tidak berani mendekat,
takut kena tendang. Akan tetapi, dengan tipu muslihatnya ia lalu
berkata, "Sungguh sebuah barisan yang bagus. Bolehkah aku tahu kuda
jenius mana yang mencetuskan idenya?" Kuda-kuda itu termakan hasutan
sang harimau. Mereka berdebat siapa yang pertama kali mencetuskan ide
membuat barisan kokoh tersebut. Tidak ada kata sepakat, akhirnya mereka
cerai-berai. Sang harimau pun dengan mudah memangsa mereka satu per satu.
Dalam sebuah kelompok—baik kelompok kerja di perusahaan, maupun kelompok
pelayanan di gereja—salah satu kerikil paling tajam yang bisa muncul
adalah persaingan tentang siapa yang paling berpengaruh; paling berjasa;
paling penting. Apabila sudah begitu, kelompok tersebut akan menjadi
sangat rapuh. Seperti yang terjadi pada kelompok kuda dalam cerita di atas.
Persaingan demikian rupanya terjadi juga di kalangan para murid Tuhan
Yesus. Setelah sebelumnya mereka berdebat tentang siapa yang terbesar di
antara mereka (Markus 9:33-37), sekarang tahu-tahu Yakobus dan Yohanes
tampil meminta tempat utama kepada Guru mereka (ayat 37). Kesepuluh
murid lain kontan marah kepada kedua bersaudara itu. Tuhan Yesus segera
meluruskan pemahaman mereka. Siapa yang ingin menjadi yang terbesar, ia
harus menjadi pelayan bagi semua (ayat 43,44). Artinya, kebesaran sejati
terletak dalam kerendahan hati.
Jangan mencari-cari kebesaran
sebab itu justru menunjukkan "kekecilan" diri kita
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar