Baca: Kolose 3:1-17
Ayat Mas: Kolose 3:8-10
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 13-15; Lukas 6:27-49
Suatu hari, seorang anak balita sedang asyik bermain pasir di pantai
ditemani ayahnya. Lalu, datanglah penjaja es krim. Sang ayah segera
membeli sebuah untuk anaknya. Namun, ketika melihat mulut anaknya penuh
pasir, ia pun urung memberikan es krim itu. "Ayo, Sayang, buang dulu
kotoran itu dari mulutmu. Ayah punya sesuatu yang lebih baik untukmu!"
Kisah ini ditulis oleh Max Lucado, ayah dari anak itu, dalam bukunya
Just Like Jesus (Gloria Graffa). Ia berkata, "Saya tak akan memberinya
es krim sebelum ia membersihkan mulutnya, sebab saya mengasihinya. Saya
tidak ingin ia makan es krim bercampur pasir!"
Tuhan menawarkan kepada kita sesuatu yang lebih baik. Hidup baru yang
dipenuhi kasih, damai, dan berkat. Namun, sebelum bisa menerimanya, kita
perlu membersihkan diri lebih dulu dari "pasir" dosa. Tindak asusila,
hawa nafsu, fitnah, dan perkataan kotor, bagaikan pasir yang memenuhi
mulut. Rasul Paulus menyebutnya sebagai kelakuan manusia lama yang harus
ditanggalkan. Setelah itu baru kita dapat mencicipi indahnya hidup
dengan kelakuan manusia baru (ayat 12). Sama seperti es krim tidak enak
dimakan bersama pasir, gaya hidup lama juga tidak bisa kita campur
dengan gaya hidup manusia baru. Yang lama harus ditanggalkan, supaya
yang baru bisa kita kenakan.
Lihatlah kembali buah rohani orang-orang pilihan Allah yang ditulis
Paulus di ayat 12-15. Apakah ada di antaranya yang belum mewujud dalam
diri Anda? Apa penyebabnya? Apakah karena masih ada sisa-sisa kelakuan
manusia lama yang enggan Anda lepaskan?
Hidup kudus adalah keharusan, bukan pilihan
Penulis: Juswantori Ichwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar