Renungan 4 April 2010

idak Mungkin Kembali
Baca: 1 Korintus 15:12-19
Ayat Mas: 1 Korintus 15:14
Bacaan Alkitab Setahun: Ruth 1-4; Lukas 8:1-25

Toto, ayah muda yang energik. Ia tekun bekerja, lima hari seminggu ke
luar kota dengan berkendaraan sepeda motor, dan baru pada akhir pekan
berkumpul dengan keluarga. Suatu pagi seorang sopir colt menikung cepat
di kelokan dan menabraknya dari belakang. Toto meninggal tiga jam
kemudian. Akhir pekan itu, ia tidak kembali kepada istri dan anaknya.

Tidak mungkin kembali. Itulah berita pedih yang dibawa oleh kematian.
Dan, kepedihan itulah yang menyusupi hati para murid setelah Guru mereka
meninggal dengan cara yang paling hina di mata masyarakat: disalibkan.
Mereka pedih, dan ketakutan—sebagai pengikut orang yang disalibkan,
mereka juga terancam hukuman serupa. Mereka pedih, dan juga
bertanya-tanya: bagaimana dengan janji-Nya tentang Kerajaan Allah?
Mereka pun mengurung diri. Sampai ... kebangkitan Kristus pada Minggu
pagi mengubahkan semuanya itu!

Paulus secara jitu menyimpulkan bahwa kebangkitan Kristus merupakan
titik tumpu berita Injil dan iman kita. Kebangkitan-Nya melenyapkan
kepedihan dan ketakutan para murid serta menjawab pertanyaan mereka:
bahwa perkataan-Nya benar dan bahwa Dia adalah Allah. Kebangkitan-Nya
juga menegaskan bahwa kematian bukanlah titik final kehidupan: ada
kehidupan baru yang kekal bersama-Nya. Itulah yang mengubah para murid
dari orang-orang pengecut yang menjauhi Golgota, menjadi pemberita Injil
yang gigih dan siap berkorban nyawa.

Kebangkitan-Nya menyadarkan kita untuk tidak larut dalam kepedihan dan
ketakutan. Mari hadapi kehidupan dan kematian dengan keyakinan:
kebenaran Tuhan akhirnya akan berjaya

KEBANGKITAN KRISTUS MENJEBOL TEMBOK PADAT KEMATIAN

DAN MENYINGKAPKAN PENGHARAPAN AKAN KEHIDUPAN BARU

Penulis: Arie Saptaji

Tidak ada komentar: