Baca: Yesaya 2:6-11
Ayat Mas: Yesaya 2:11
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 36-39
Fortune adalah majalah bisnis di Amerika yang didirikan oleh Henry Luce
pada 1930. Majalah ini dikenal oleh masyarakat dunia karena kerap
menuliskan daftar orang terkaya di dunia. Dan, daftar tersebut selalu
menimbulkan daya tarik tersendiri buat orang banyak. Mungkin karena
kekayaan adalah hal yang selalu dicari oleh manusia.
Alkitab sendiri tidak mencatat bahwa kekayaan atau menjadi kaya itu
salah. Justru Alkitab mencatat kekayaan sebagai salah satu berkat dari
Tuhan (Amsal 10:22). Akan tetapi, apabila kita tidak berhati-hati,
kekayaan dapat mengarahkan hati kita kepada kesombongan dan makin
menjauh dari Tuhan seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel pada zaman
Yesaya. Pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam kondisi makmur
(ayat 7). Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka bersyukur kepada
Tuhan. Mereka malah menjauh dari Tuhan, menyembah berhala, dan menjadi
sombong. Allah pun menegur dan menghukum mereka.
Berhati-hati dan waspadalah dengan kekayaan. Prinsip yang mengatakan
bahwa "segala sesuatu bisa dilakukan asal ada uang" memang banyak
berlaku di mana-mana. Prinsip itulah yang biasanya membuat diri kita
merasa mampu melakukan segala sesuatu tanpa pertolongan Tuhan, dan
akhirnya membuat kita menjauh dari-Nya dan menjadi sombong—takabur.
Menjadi kaya bukanlah hal yang keliru. Akan tetapi, kita harus memandang
kekayaan sebagai berkat atau pemberian dari Tuhan. Karena hanya dengan
cara itulah kita dapat bersyukur kepada Tuhan dan menjaga hati kita
untuk tidak sombong.
MENJADI KAYA ITU Bukan DOSA
TETAPI MENCARI DAN MEMAKAI KEKAYAAN DENGAN CARA SALAH, ITU DOSA
MENJADI KAYA ITU Bukan DOSA
TETAPI MENCARI DAN MEMAKAI KEKAYAAN DENGAN CARA SALAH, ITU DOSA
Penulis:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar