Baca: Lukas 5:12-16
Ayat Mas: Lukas 5:13
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 32-35
Penderita kusta pada zaman Yesus sungguh menderita. Ia dikucilkan, juga
wajib selalu membawa bel kecil yang ia bunyikan sambil berteriak,
"Najis, najis!" agar orang yang berjumpa dengannya jangan sampai
menyentuhnya. Jangankan bersentuhan, mengenai bayangannya saja membuat
orang lain najis dan harus mentahirkan diri. Sungguh menyedihkan ketika
si kusta harus meneriakkan kepada orang lain bahwa dirinya najis hingga
orang lain patut menjauhinya. Lebih menyakitkan lagi, jika ia tahu ada
sumber pertolongan, tetapi ia tidak diperbolehkan datang dan meminta
kesembuhan.
Akan tetapi, si kusta yang satu ini berbeda. Ia nekat menerobos masuk ke
kota tempat Yesus berada, karena ia yakin Yesus satu-satunya Pribadi
yang mampu mengubah hidupnya. Dengan penuh harap, ia memohon belas
kasihan Yesus: "Tuan, jika tuan mau, tuan dapat mentahirkan aku". Ia
yakin Yesus mampu, tetapi ia sadar tidak punya hak apa pun untuk memaksa
Yesus memedulikannya, kecuali Dia mau. Ternyata Yesus memang mau.
Bahkan, Yesus melakukannya dengan menyentuh tubuh si kusta yang dianggap
najis itu.
Anda dan saya sebagai orang berdosa tak lebih dari si kusta yang
membutuhkan belas kasihan Allah. Namun, kerap kali kita tidak menanti
kemauan Allah terjadi atas hidup kita, tetapi menyodorkan banyak kemauan
kita untuk Dia restui. Memaksakan kehendak kita agar menjadi
kehendak-Nya. Mari belajar meletakkan diri kita secara benar di hadapan
Allah. Kita boleh membawa setiap kebutuhan kita kepada-Nya, tetapi
biarlah kehendak-Nya yang jadi atas hidup kita.
SERAHKAN KEPADA TUHAN APA YANG KITA INGINKAN
DIA JAUH LEBIH TAHU APA YANG KITA PERLUKAN
SERAHKAN KEPADA TUHAN APA YANG KITA INGINKAN
DIA JAUH LEBIH TAHU APA YANG KITA PERLUKAN
Penulis:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar