Renungan Harian 5 Meai 2011

Bau Kotoran Ternak
Baca: Amos 4:7-13
Ayat Mas: Amos 4:10
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 27-29

Ada pengamatan menarik ketika saya dan istri berkunjung ke Pulau Lombok.
Di salah satu desa, pada waktu-waktu tertentu, ada kebiasaan penduduk
untuk melaburi lantai rumahnya yang dari tanah dengan kotoran ternak.
Wah, pasti bau! Iya, tetapi itu bau yang sengaja diciptakan. Maksudnya
agar mereka selalu ingat bahwa kehidupan mereka dibangun atas dasar
kerja keras; yaitu beternak sebagai pekerjaan sehari-hari. Bau itu
dimaksudkan sebagai penggugah kesadaran.

Amos adalah petani dan peternak dari dusun Tekoa (Amos 1:1). Nabi yang
akrab dengan hewan dan tanah. Rupa, kondisi dan bau tanah dikenalnya
dengan baik. Pesan kenabiannya kerap dikemas dalam bentuk seruan dan
ajakan untuk mencermati gejala-gejala alam. Termasuk bencana alam (Amos
4:7,8), yang pada gilirannya menghadirkan hama dan penyakit, baik atas
tanaman maupun manusia (ayat 9,10). Semua prahara alam yang membuat
perkemahan tempat hunian orang Israel menjadi jorok dan berbau busuk,
seharusnya menggugah kesadaran umat untuk "berbalik" atau bertobat.
Sayang, Israel tak kunjung tergugah kesadarannya.

Kerinduan Tuhan untuk menyapa kita sungguh luar biasa. Selain melalui
firman-Nya, segala jalan ditempuh-Nya untuk menggugah kesadaran kita
akan kehadiran-Nya. Segala sarana dipakai-Nya untuk berbicara kepada
kita. Bukan hanya melalui kejadian sehari-hari, melainkan juga melalui
pancaindra kita. Apa yang kita lihat, dengar, rasa, raba, dan cium,
dapat selalu menggugah kesadaran kita, betapa nikmat hadirat-Nya dan
betapa benar hikmat-Nya. Sudahkah indra kita peka akan sapaan-Nya?

TUHAN MEMBERI KITA INDRA UNTUK MENYADARI KEHADIRAN-NYA

LATIHLAH SEMUANYA AGAR KITA SEMAKIN PEKA

Penulis: Pipi Agus Dhali

Tidak ada komentar: