Renungan 1 Mei 2011

Sabat untuk Manusia
Baca: Markus 2:23-28
Ayat Mas: Markus 2:27
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 15-17

Tuhan mencipta manusia segambar dengan-Nya. Maka, seperti Allah
beristirahat setelah 6 hari mencipta, manusia juga butuh istirahat
setelah 6 hari bekerja, untuk memulihkan kesegaran jasmani dan
rohaninya. Namun orang Farisi mengartikan lain. Mereka komplain ketika
murid Yesus memetik gandum pada hari Sabat. Para murid dianggap
melanggar Sabat seperti ketentuan para Farisi, tetapi sesungguhnya tidak
menurut Taurat.

Yesus tak pernah membatalkan Sabat. Justru Dia berupaya meletakkan
fungsi Sabat yang sesuai maksud Allah. Yakni untuk menyejahterakan
manusia, bukan membebaninya. Sabat mengingatkan manusia akan Allah
Penciptanya, yang memberinya tanggung jawab mengelola ciptaan-Nya selama
6 hari. Agar pada hari ke-7 manusia dapat beristirahat, menikmati jerih
lelahnya (Pengkhotbah 2:22,24), dan memulihkan kesegaran relasi dengan
Allah dan sesama, sehingga seluruh hidupnya dipenuhi ucapan syukur. Bagi
Israel, Sabat juga mengingatkan akan pembebasan Allah dari Mesir dan
masuknya mereka ke Kanaan, negeri perjanjian (Ulangan 5:15).

Mengabaikan Sabat berarti mengabaikan Allah, Pencipta yang memelihara
dan menyelamatkan manusia. Menikmati ciptaan tanpa memedulikan
penciptanya membuat manusia mengilahkan materi dan dirinya sendiri.
Inilah dosa terbesar. Kedatangan Kristus membebaskan manusia dari
perbudakan dosa dan hukum buatannya sendiri, yang membelenggunya. Apakah
Anda masih diperbudak pekerjaan demi mengejar materi dan pemuasan nafsu
jasmani? Datanglah kepada Yesus Sang Pembebas. Belajarlah kepada-Nya
agar Anda mampu menikmati hidup sebagaimana yang Allah mau.

TUHAN MENGADAKAN SABAT UNTUK DINIKMATI

BUKAN AGAR ANAK-ANAK-NYA TERBEBANI

Penulis: Susanto, S.Th.

Tidak ada komentar: